Bismillahirrahmanirrahim.
Kamis, 19 Januari 2023
BLOG EDUKASI UNTUK PRESTASI
Bismillahirrahmanirrahim.
Selasa, 17 Januari 2023
Jadilah Buku dari Karya Ilmiahku
Bismillah, hamdalah syukurillah, shollallohu alaih ...
Malam ini kita kembali meniti larik-larik motivasi melejitkan potensi. Ini adalah pertemuan keempat kita menjejakkan kaki memantaskan diri menjadi penulis sejati. Semangat diri terus dipacu terus maju tak kenal ragu. Engkaukah itu satria yang maju tak gentar ataukah pecundang yang lemah terkapar. Kesuksesan tinggi dimulai dari langkah kecil namun pasti terus maju pantang berhenti ...
Pertemuan ke-4 Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) Gelombang 28 mengambil judul "Menulis Buku dari Karya Ilmiah" dengan moderator Nur Dwi Yanti, S.Pd. yang akrab disapa NDY dan narasumber Bapak Eko Daryono, S.Kom., sosok guru TIK bersahaja yang lahir di Karanganyar, provinsi Jawa Tengah pada tanggal 20 Desember 1975 dengan beragam keahlian : pengajar, penulis, editor, narasumber, motivator literasi, mentoring dalam penulisan buku maupun jurnal dengan prestasi yang luar biasa, antara lain Juara I Lomba Penulisan Karya Ilmiah Tingkat Kabupaten (2008) dan Juara II Lomba Guru Berprestasi Tingkat Kabupaten (2009), telah menghasilkan 14 buku kesejarahan, 2 buku traveling, dan 10 buku budaya lokal, wow 👍👍👍
Moderator membuka dengan doa dan memberi semangat ,"Ketika kita sangat menginginkan sesuatu, kita akan menemukan tekad untuk melakukannya dan tidak akan berhenti sampai benar-benar mencapainya."
Menulis membutuhkan niat, ide, komitmen dan konsisten, motivasi, alat, timing (pemilihan waktu), kerja keras, dan tak lupa keilmuan. Agar konsisten maka menulis harus memiliki tujuan.
Menerbitkan Buku dari Karya Tulis Ilmiah perlu langkah-langkah penting sebagai berikut :
1. Memahami apa yang dimaksud dengan Karya Tulis Ilmiah (KTI)
KTI dalam Peraturan Kepala LIPI Nomor 2, Tahun 2014 ialah tulisan hasil litbang dan/atau tinjauan, ulasan (review), kajian, dan pemikiran sistematis yang dituangkan oleh perseorangan atau kelompok yang memenuhi kaidah ilmiah
2. Memahami apa saja yang termasuk KTI
Secara umum KTI ada dua yaitu KTI Nonbuku dan KTI Buku.
KTI Nonbuku antara lain KTI bidang akademis untuk mendapatkan gelar (tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi), KTI hasil penelitian (PTK, PTS, best practice, makalah, artikel, jurnal), KTI berupa ulasan atau resensi.
KTI Buku ialah KTI bidang akademis untuk mendapatkan gelar : tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi, KTI hasil penelitian : PTK, PTS, best practice, makalah, artikel, jurnal, KTI berupa ulasan atau resensi.
Ternyata tidak semua KTI itu berupa buku. Memang secara wujud, PTK, PTS, Tugas Akhir, skripsi, tesis, desertasi itu berupa buku, namun bukan buku, lebih tepatnya adalah laporan hasil penelitian dan sifat publikasinya pun terbatas.
3. Memahami struktur penulisan KTI
4. Memahami perbedaan laporan KTI dan KTI yang dikonversi menjadi buku
Secara subtansi isi, tidak ada perbedaan isi laporan KTI dengan isi buku hasil konversinya karena sejatinya isi buku mencerminkan keseluruhan isi laporan KTI.
Secara sistematika, tentunya gaya penulisan KTI dengan penulisan buku tentu berbeda. Ada penyesuaian-penyesuaian sistematika KTI yang dikonversi menjadi buku dengan tujuan agar kesannya tidak kaku. misalnya penomoran tiap sub bab-sub bab.
Secara bahasa, meski sama-sama ilmiah, hasil konversinya tentu harus dimodifikasi sehingga bahasa dalam bukunya lebih luwes, bersifat lugas dan tidak lagi mencantumkan kata-kata seperti penelitian ini, peneliti, teman sejawat, penulis.
5. Memahami cara mengkonversi KTI menjadi buku
a. Memodifikasi Judul
Judul KTI umumnya mengandung unsur : variabel penelitian, objek penelitian, dan seting penelitian (baik tempat maupun waktu).
Judul buku hasil konversi seperti judul buku-buku yang punya daya tarik dan daya jual harus menarik, unik, mudah diingat, dan mencerminkan isi buku. Kemenarikan judul buku sifatnya subjektif.
Contoh :
b. Memodifikasi Sistematika dan Gaya Penulisan
KTI Nonbuku yang berupa laporan hasil penelitian umumnya ditulis dengan sistematika dan penomoran yang baku seperti yang telah saya uraikan di atas. Saat laporan tersebut dikonversi menjadi buku, maka harus dimodifikasi gayanya sesuai dengan gaya penulisan buku, tidak tampak lagi adanya sub bab-sub bab yang membuat isi buku seolah-olah terpisah-pisah.
c. Modifikasi Bab I
Bab I yang biasanya Pendahuluan boleh tetap dipertahankan judulnya dengan Pendahuluan , boleh Pembuka atau kata lain yang menggambarkan kemenarikan buku.
Contoh : Pada konversi pendahuluan PTK "Fenomena Pembelajaran TIK" yang berisi fenomena sebagaimana isi poin latar belakang dalam naskah laporan aslinya ditambah dengan fenomena kekinian agar pentingnya isi buku dapat ditonjolkan sejak awal sehingga pembaca merasa tertarik untuk membaca keseluruhan isi buku. Adapun secara struktur, tidak diperlukan lagi sub bab - sub bab seperti latar belakang, permasalahan, tujuan, manfaat dalam bentuk angka-angka. Fokusnya lebih mengeksplor latar belakang
d. Modifikasi Bab II
Contohnya isi bab II dari PTK narasumber
diubah sbb :
e. Modifikasi Bab III
Substansi bab 3 sebenarnya lebih terfokus pada metode, teknik pengumpulan data (instrumen) serta analisis data. Jika berupa PTK berisi langkah-langkah tindakannya
Ada beberapa alternatif yang dapat diterapkan. Benar-benar menghilangkan bab III, menginclude bab 3 di bab 2 atau menarasikan bab 3 di awal bab pembahasan
Menghilangkan bab 3 maksudnya keseluruhan isi bab 3 dihilangkan, sebab bunyi bab 3 sebenarnya bisa dicermati dari isi pembahasannya
Menginclude bab 3 di bab 2 maksudnya konsep pokok terpenting dari bab 3 digabung dalam bab 3.
f. Modifikasi Bab IV
Bagian ini sejatinya merupakan bagian inti isi buku, sesuai dengan judul buku. Bab IV tidak lagi menggunakan judul Hasil Penelitian dan Pembahasan, namun disesuaikan dengan konteks buku. Judul buku menjadi pilihan sebagai judul Bab IV
Pada buku, di bab IV dapat dimasukkan tabel, grafik, foto-foto kegiatan maupun hasil penelitian yang menyatu dalam buku. Bab IV tidak lagi berisi data mentah seperti nilai dari setiap siswa berikut nama, foto pun hanya sekedar yang dibutuhkan sebagai pendukung.
g. Modifikasi Bab V
Pada laporan hasil penelitian, bab V biasanya diberi judul Penutup. Judul tersebut dapat dipertahankan, hanya saja, isi bab tidak hanya simpulan dan rekomendasi (saran) saja, namun ditambahkan temuan yang terkait dengan hasil penelitian.
h. Modifikasi Lampiran
Lampiran yang disertakan hanyalah instrumen penelitian atau data matang yang mendukung, bukan data-data mentah.
6. Memahami hal-hal yang perlu diperhatikan dalam saat mengkonversi KTI menjadi buku
a. Pertama, keaslian (originalitas) laporan hasil penelitian, tindakan plagiat tidak dibenarkan ter
b. Kedua, menghindari kompilasi yang terlalu banyak.
Include saja pendapat pada ahli yang mendukung substansi ini, sisanya mengembangkan dengan analisis dari sudut pandang penulis. Saat penulis menerbitkan buku dari hasil KTI-nya otomatis dia sedang menyuguhkan bahan pustaka kepada pembaca. Kegiatan sekedar meng-copas pendapat asli para pakar perlu dihindari dengan mengubah gaya penulisan kutipan.
c. Ketiga, memilah dan memilih data yang dipublikasikan, data matang saja yang disajikan agar buku berbobot dan tidak bombastis
d. Keempat, modifikasi bahasa buku
Hindari pemakaian penanda transisi menurut hal itu sesuai dengan pendapat lebih lanjut si A menyatakan berdasarkan hal tersebut termasuk menyebutkan kata penelitian ini, peneliti, bahkan penulis
e. Kelima, hindari pengambilan sumber kutipan berantai atau pendapat yang kurang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
f. Keenam, wajib menuliskan semua daftar Pustaka yang dipakai sebagai rujukan dalam buku untuk mendukung keabsahan buku.
g. Ketujuh, memperhatikan kaidah penyusunan buku ber-ISBN khususnya jika akan dinilaikan untuk KP sesuai Buku 4 PKB
Pertemuan ditutup dengan tanya jawab dengan resume sebagai berikut :
1. Bagaimana cara mengubah gaya penulisan kutipan/ pendapat dari para pakar, agar tidak sekedar copas saja?.. contohnya?
Sumber Asli : Peraturan Kepala LIPI Nomor 2 Tahun 2014 menyatakan bahwa:
“Karya tulis ilmiah yang selanjutnya disingkat KTI adalah tulisan hasil litbang dan/atau
tinjauan, ulasan (review), kajian, dan pemikiran sistematis yang dituangkan oleh
perseorangan atau kelompok yang memenuhi kaidah ilmiah
Modifikasi
“Karya tulis ilmiah merupakan tulisan perseorangan atau kelompok dari hasil penelitian dan pengembangan, tinjauan, ulasan, kajian, dan pemikiran sistematis yang yang memenuhi kaidah ilmiah (Peraturan Kepala LIPI Nomor 2 Tahun 2014)
2. Best Practice bisa di jadikan buku
3. Cara mebuat buku dari hasil penelitian yang filenya sudah hilang jika ada naskahnya bisa discan kemudian dikonvert ke doc. Merubah dari hasil laporan karya ilmiah. menjadi suatu artikel yang menarik dengan meringkas isi LKI-nya kemudian modifikasi judul yang menarik
4. Cara agar buku modifikasi sesuai kaidah penulisan dengan cara memahami kaidah penulisan buku termasuk didalamnya struktur dan kebahasaan buku.
5. Contoh konkrit dari kalimat, "Hanya saja, isi bab tidak hanya simpulan dan rekomendasi (saran) saja, namun ditambahkan temuan yang terkait dengan hasil penelitian" :
misal modifikasi PTK di bab VI : Pembelajaran TIK dengan penerapan strategi Tim Quiz mampu menciptakan iklim belajar yang aktif, interaktif, kolaboratif serta dapat membangkitkan semangat belajar…… *Strategi Tim Quiz yang diterapkan dapat berhasil jika ada dukungan* ……. *Sebaliknya jika dukungan tersebut kurang optimal maka capaian yang diharapkan dari Strategi Tim Quiz* …..
Dua kalimat terakhir merupakan implikasi sekaligus rekomendasi di bagian penutupnya
6. a. Apakah dalam modifikasi ke buku, berarti tdk boleh lagi ada subbab? Boleh, hanya diupayakan tanpa penomoran agar tidak terkesan kaku.
b. Apakah pemahaman tentang modifikasi bab. IV dalam Laporan penelitian dapat disamakan atau menjadi jawaban permasalahan? Bisa
c. Modifikasi lampiran, berarti berupa data (hasil analisis),/deskripsi data? Instrumen yang mendukung isi
d. Maksudnya wajib mencantumkan semua pustaka yg dipakai sebagai rujukan itu, tdk hrs yg ditampakkan di uraian sprt halnya lap. penelitian/tulisan ilmiah? Melainkan yg dirujuk penulis dalam uraiannya? (mendasari/menguatkan) pendapatnya? Semua kutipan yang diambil dalam isi buku wajib dicantumkan daftar pustakanya. Jika khasanah kekayaan pustaka kurang mendukung maka dapat ditambah tidak harus sama dengan laporan KTI aslinya
7. Anak saya yg no 2 lomba Karya ilmiah internasional di Hongkong meraih medali emas dan anak saya yang no 4 lomba tingkat nasional juara harapan 1. Apabila hasil karya ilmiah anak sy sy jdkn buku apakah diperbolehkan? Boleh banget, wah luar biasa putranya...
8. Bagaimana dengan proposal P5, bisakah menjadi sebuah buku? Bagaimana tahapannya agar menjadi buku yang menarik? Jika ingin membuat buku penerapan tema P5 didukung dengan aktivitas dan dokumentasi akan sangat menarik.
9. Apakah buku yang berasal dari laporan tidak termasuk KTI? Termasuk Bu, sesuai dengan kaidah buku 4 PKG. Tadi di atas dua klasifikasi KTI
10. Apakah ada buku khusus dijual bebas yang menjelaskan tentang bagaimana cara mengkonversi KTI menjadi buku? Bisa pesan ke Tim Solid Omjay
11. Pada pembuatan buku, lampiran KTI diubah menjadi instrumen penelitian dan data2 matang, bukan data mentah. Bisa diberikan contoh spt apa data matang dan data mentah ini? Data mentah, misalnya data nilai keseluruhan siswa. Data matang : siswa yang mendapat KKM dan di bawah KKM kemudian disajikan dengan grafik
12. a. Judul tesis saya, "Manajemen Pendidikan Karakter Santri", kira-kira apa judul yang menarik kalau ingin dijadikan judul buku? Judul tersebut sudah menarik Bu, singkat dan menggugah minat untuk membaca. Setelah judul, modifikasi babnya Bu.
b. Bagaimana cara awal kita menulis buku dari skripsi atau tesis kita? Data mentah, misalnya data nilai keseluruhan siswa. Data matang : siswa yang mendapat KKM dan di bawah KKM kemudian disajikan dengan grafik.
13. Apakah kita bisa membuat buku yang menceritakan tentang KTI tersebut. Jadi dalam buku tersebut dari awal hingga akhir seperti sharing pengalaman. Contoh dari best practice ke buku? best practice sangat bisa jadi buku.
14. Bolehkah KTI orang lain , kita yang jadikan buku ? Boleh tetapi nama penulisnya yang punya KTI bukan kita
15. Dalam paparan narasumber tentang modifikasi bahasa buku disebutkan bahwa harus menghindari pemakaian penanda transisi seperti kata menurut hal itu, sesuai dengan pendapat, lebih lanjut si A menyatakan, berdasarkan hal tersebut, dll. Padahal dalam pengambilan kutipan harus menyebutkan itu dari narasumber, menurut .... sesuai dengan pendapat ...
Jadi bagaimana cara/teknis untuk menunjukkan bahwa tulisan itu adalah berdasar pendapat ahli.
Sumber kutipan ditaruh di bagian akhir , seperti model Harvard.
16. Laporan PTK dapatkah di ubah menjadi buku? Apakah sama prosedurnya?
Sangat bisa bu, prosedur sama.
17. a. Mohon dapat menjelaskan pada bagian: 1. hindari pengambilan kutipan yg berantai? sedangkan pendapat tersebut sudah tertera di Tesis kita, kok harus dihindari ? Maksudnya kutipan berantai Si A seperti dikutip si B menyatakan bahwa...... Intinya ambil sumber pertama. Kutipan dalam buku tidak harus sama persis dengan kutipan di tesis, bisa berkurang bisa bertambah.
b. Mohon penjelasannya kaidah penyusunan buku ber ISBN ? Kalau ada panduan bolehkah kami dibagi. Buku ber-ISBN biasanya minimal 60 halaman.
18. Ketika KTI sudah menjadi buku, apakah temuan- temuan yang didapatkan masih bisa dijadikan referral atau referensi? Sangat bisa
Di ujung pertemuan, bapak Eko Daryono S.Kom memberikan pesan,
"Jangan takut gagal sebelum mencoba. Berdayakan karya kita menjadi buku yang bermanfaat menjadi ladang amal kita."
“Menulis itu olah kata dengan rasa, karena menulis seperti berbicara dan teman bicaranya adalah HATI.” Eko Daryono – Sang Pena Lereng Lawu
"Kejujuran adalah hal yang utama"
Malam telah larut, bola mataku menciut, tubuhku pegal tapi pikiran tak kusut, satu ilmu telah terajut, hati puas mimpi menjemput ....
( Rosjida Ambawani, Resume pertemuan ke-4 Kelas Belajar Menulis Nusantara - KBMN - Gelombang 28, tengah malam di ujung kota kecil temaram ...)
Senin, 16 Januari 2023
Genggam Motivasi Raih Mimpi
Bismillah.
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Ilahi Robbi, Pemilik alam semesta ini, pada-Nya kita berserah diri, hidup dan juga mati. Sholawat serta salam tercurah kepada kekasih sejati tauladan hakiki.
Jika gajah mati meninggalkan gading, maka apakah yang ditinggalkan oleh manusia saat nafas tak lagi bersanding? Kebaikan, amal perbuatan, amal jariah, ataukah karya keabadian .....
Membuat karya bukanlah hal semudah membalikkan telapak tangan tetapi juga bukan mustahil tak teraih jangkauan.
Narasumber Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd, guru penulis dengan berbagai prestasi, meraih banyak apresiasi di berbagai ajang prestasi tersebut memulai karir sebagai blogger penulis pemula, melangkah menjadi moderator, narasumber, kurator, sekarang menjadi editor dari naskah peserta kelas belajar menulis Omjay dan naskah teman-teman guru lainnya. Dengan keuletan dan komitmen menulis setiap hari meraih Juara 1 Lomba Blog PGRI dan Juara 10 besar HUT AISEI kategori artikel favorit,
berhasil menjadi penulis penerbit mayor dalam tantangan menulis 1 minggu bersama Prof. Richardus Eko Indrajit alias Prof. Ekoji, serta melahirkan 56 buku yang tersebar di toko buku terkemuka di seluruh Indonesia ...👍👍👍
Ibu Aam menyampaikan materi dengan judul "Gali Potensi, Ukir Prestasi" dengan moderator Arofiah Afifi yang juga penulis berbakat.
Pertemuan diawali dengan lontaran pertanyaa dari narasumber , "Apa alasan Bapak Ibu bergabung di Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) ? Berbagai jawaban yang masuk, intinya adalah ingin menjadi penulis berpotensi, menerbitkan buku sendiri, menggapai banyak prestasi, menginspirasi ...
Cara menggali potensi untuk mengukir prestasi dimulai dengan apa yang kita sukai. Setiap orang memiliki hal yang disukai dan memiliki kesempatan yang sama untuk menggali segala potensi yang dimiliki untuk meraih prestasi, jika suka menulis maka tekuni dunia tulis dengan mulai menulis dari apa yang disukai, apa yang dialami, atau apa yang dikuasai, berbentuk puisi, pantun, cerpen, novel, atau kisah inspiratif yang bisa menginspirasi negeri.
Sebagai penulis pemula banyak sekali kendala untuk memulai tulisan karena takut tulisan jelek, takut dibuli, tidak percaya diri, takut tulisan tidak sempurna, dan keraguan dalam mempublikasi tulisan sehingga tulisannya hanya disimpan di dalam draf dan membiarkan ide itu menguap hingga berlalu begitu saja. tetapi haram hukumnya untuk berputus asa, mencoba dan terus mencoba, lewat banyak membaca, membaca tulisan orang lain, blogwalking, mencoba menyusun kalimat dalam menuliskan komentar atau apresiasi terhadap tulisan orang lain.
Musuh terbesar adalah diri sendiri, rasa malas, tidak memenej waktu, tidak memilah atau membuat skala prioritas.
Di Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) terdiri dari para penulis, narasumber, maupun motivator hebat. Ada 30 materi kepenulisan apik yang telah teruji sebanyak 28 angkatan/gelombang sampai dengan yang saat ini. Hayu wahai diri kita mulai bangkit diri ...
Dimulai dari mimpi, abaikan rasa kekurangan diri, pupuk kepercayaan diri, menggali potensi meraih prestasi, belajar menulis dan menulis setiap hari, kendala atasi, yakin diri bahwa menulis itu tidak sulit membelit diri, giat menulis meraih manis. Itu adalah resep mujarab untuk mulai menggenggam motivasi, meraih mimpi ....
( Rosjida Ambawani, Resume pertemuan ke-3 Kelas Belajar Menulis Nusantara - KBMN - Gelombang 28, dari kota Ciamis manis ... )
Kamis, 12 Januari 2023
Mari Kita Lejitkan Passion Kita dengan Rasa Cinta
Bismillah.
Alhamdulillah, puji syukur kepada yang Dzat yang Maha Kasih terlampau kasih, Maha Penyayang yang sungguh menyayang. Sholawat dan salam kepada junjungan, insan mulia panutan semua insan.
Hari ini, malam ini adalah malam kedua kita bersua, bersama para penulis yang membawa semangat di dada untuk meraih cita-cita mulia. Engkau boleh mengatakan ini baru pertemuan kedua dari tiga puluh pertemuan yang dicanangkan. Bagiku, ini sudah langkah kedua yang aku ayunkan untuk mencapai tangga ke-30 di depan ...
Semangat kawan, mari kita perdalam kemampuan kita membuat tulisan. Tak kenal lelah, lillah dengan niat ibadah.
Pertemuan kedua ini bertema "Menjadikan Menulis sebagai Passion", dibuka oleh moderator Widya Setianingsih, S.Ag. yang akrab disapa Mbak Widya Arema (Arek Malang, kota kelahiran saya) dengan quotes yang membuka mata, "Orang-orang sukses hanyalah mereka yang memiliki kebiasaan sukses" (Brian Tracy).
Pernahkan sahabat sekalian melakukan sesuatu hal dengan rasa senang? Melakukan sesuatu hal dengan rasa cinta? Itulah Passion. Passion atau renjana merupakan kecenderungan yang kuat terhadap suatu aktivitas yang digemari oleh seseorang. Hari ini kita akan menumbuhkan passion kita dalam menulis.
Pemateri kali ini adalah seorang ibu dengan sosok keibuan, ucapannya lembut bak air yang mengisi kekosongan jiwa.. tarian penanya lincah tak pandang usia, menebar tetesan renjana bagi setiap insan untuk berkarya, dialah ibu bagi literasi bangsa, sang Ratu antologi yang tak pernah lelah memberi makna dalam tiap titian usia, Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. yang akrab disapa bunda Kanjeng.
Lewat untaian kata-kata Mbak Widya yang indah bermakna terus mengalir membawa jiwa tak lekang semangat untuk (memulai) berkarya walau kesibukan melanda ....
Setiap kita adalah buku sejarah...
Tergantung kita akan menutup atau membuka sejarah.
Membuka, dan menarikan setiap deretan huruf kenangan.
Menggoreskan kisah sejarah dalam keabadiaan. Dikenang dalam peradaban.
Ataukah... Mengunci rapat buku itu. Dan hanya kita yang tahu.
Tertinggal.... Terlewat... Terkubur tanpa kenangan. Dan terlupakan tanpa perayaan.
Hanya kita bisa yang menentukan.
Jadikan kisah kita abadi dalam ingatan sejarah.
Sekarang atau tergerus roda kesibukan.
Pertemuan diawali dengan kesatuan hati dan rasa untuk semangat berkarya, dilanjutkan dengan doa untuk kelancaran dan kemudahan acara. Harapan dari Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd atau bunda Kanjeng bahwa peserta di angka 1000 itu luar biasa, yang menjadi tantangan bagaimana agar semua peserta bisa naik kelas yaitu menulis, hal ini menjadi PR dari Tim Solid OmJay (Dokjay) dalam membersamai grup ini. Semua alumni/lulusan Kelas Belajar memiliki potensi yang luar biasa dan harus dilejitkan khususnya di dunia literasi
Passion atau renjana adalah satu gairah yang dimiliki semua orang. Bagaimana kita menjaga passion dan menyalurkannya menjadi sesuatu yang selalu ingin dan ingin lagi, sehingga tidak pernah padam. Begitu juga dengan proses menulis. Ketika kita sudah menjadikan sebagai renjana, maka giat menulis tidak akan padam karena sudah menjadi kebutuhan bukan beban. Dengan menulis langsung plong. Poin pentingnya, mampukah kita menjadikan menulis itu satu kebutuhan atau food suplemen yang akan membawa kita menjadi orang yang mulia.
Mengapa kita menulis karena dapat mengedukasi pembaca untuk berliterasi, menghasilkan uang untuk traveling, diundang ke istana maupun keliling Indonesia.
Melalui penyajian powerpoint yang menarik padat berisi, Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd memaparkan dalam " Writing is My Passion"
Profil beliau adalah lulusan S1 di FKIP Bahasa Inggris UNS & S2 di UMS, seorang guru pegiat literasi nusantara, editor sejak tahun 2019, motivator, dan blogger, telah menulis 21 buku dan mendapat penghargaan/apresiasi sebagai Ratu Antologi
Paparan Bunda Kanjeng yang singkat padat antara lain :
Mengapa menulis menjadi passion yang menjanjikan karena kemampuan menulis dipandang sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berpikir dan hingga hari ini profesi penulis adalah salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara sosial.
Kendala dan hambatan dalam menulis adalah merasa tidak bakat menulis, tidak memiliki waktu mauoun ide, tidak mau dikritik, dan tidak suka menulis.Senin, 09 Januari 2023
Mari Menulis Setiap Hari dengan Hati Hal yang Disukai dan Dikuasai
Mari Menulis Setiap Hari dengan Hati, Hal yang Disukai dan Dikuasai
Kamis, 22 Juli 2021
Selamat Jalan Ibuku Tercinta ...
Jumat, 19 Juni 2020
Selamat Jalan, Adikku Tercinta
Selamat Jalan Adikku Tercinta ...
Bulir-bulir air mata bertaburan
Isak tangis tak tertahan
Saat mentari bersinar perlahan
Pagi itu 11 Juni engkau tlah kembali ke haribaan
Sang Maha Kasih yang tlah menakdirkan ...
Masih terbayang senyummu, tawamu, tawa kita, senda gurau kita
Tentang hidup yang kadang penuh warna
Dan dunia yang ternyata tidak sederhana
Ada merah, hitam, biru dan rupa-rupa
Biduk mengarungi lautan tanpa jeda
Kadang langkah tertatih dan terdera
Aku masih ingat masa kecil kita
Dengan baju senada tersenyum ceria
Kata orang wajah kita serupa
Padahal senyum dan sabarmu lebih dalam bermakna
Maafkan aku dengan kesibukanku
Yang tak segera bisa menanda
Isyarat akan kepergian selamanya
Aku berusaha menepis tanda tanpa suara dari rona dan cahaya mata
Darimu yang sebenarnya tlah menyiratkan
Mungkin Yang Maha Kuasa menyayangi jiwa
yang penyayang penyabar rela dengan yang tergariskan
Karyamu, jejakmu sungguh indah dan tak kan lekang oleh masa
Suaramu candamu senantiasa terngiang
Selamat jalan
Selamat tinggal
Tenanglah di keabadian
Doa senantiasa terpanjatkan
Selalu di segenap hati dan jiwa
Yang mengenang kebaikan, kerelaan dan pengorbanan
( 11 Juni 2020, beserta limpahan doa)










.jpeg)

.jpeg)



