Kamis, 19 Januari 2023

BLOG EDUKASI UNTUK PRESTASI


Bismillahirrahmanirrahim.

Puji syukur tercurah kepada Dzat yang Maha Pemurah tempat kita berkeluh kesah menghapus resah. Sholawat dan salam kepada junjungan Sang Penyampai Kebenaran penuh tauladan, menjadikan kehidupan sungguh terasa tentram meniti jaman penuh keberkahan.

Ini adalah malam kelima kita bertemu, menimba ilmu tak pernah jemu, mengukir pikir menyisir butir meski kadang kocar-kacir terjungkir biarlah mengalir seperti air ... Mari kita menjalin tangan saling menguatkan melanjutkan perjalanan ...

Pertemuan ke-5 Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) Gelombang 28 mengambil judul "Blog sebagai Media Pembelajaran" dengan moderator Purbaniasita KS, S.Pd. yang akrab disapa mbak Sita dan narasumber Bapak Dail Ma'ruf, M.Pd., sosok guru pembelajar, motivator, penulis buku dan artikel, mengawali sebagai penulis blogger dari nol, istikomah, ulet, tak kenal lelah, yang telah mampu menghasilkan 50 buku dalam waktu singkat, berani keluar dari zona nyaman dari seorang guru menjadi Ketua Yayasan Semesta Alam Madani (Yasalam0 kota Serang  yang membangun sekolah rintisan di lahan seluas 8.000 m2 dengan progress membanggakan ...

Munculnya Istilah Blog Pertama Kali
Istilah  “blog” berasal dari kata weblog yang diperkenalkan pertama kali pada 1998 oleh Jorn Barger. 
Barger memberi nama weblog untuk mengkhususkan istilah website yang bersifat pribadi dan sering diperbarui dari waktu ke waktu. Dengan kata lain, blog adalah website yang bersifat personal, yang memuat opini personal dan hal-hal lain untuk mengaktualisasikan diri dan mengabarkannya kepada komunitas global.

Jenis-Jenis Blog 
1. Blog pendidikan, biasanya ditulis oleh pelajar atau guru. 
2. Blog sastra, lebih dikenal sebagai litblog (literary blog), berisi masalah yang berkaitan dengan dunia sastra. 
3. Blog pribadi disebut juga buku harian online yang berisikan tentang pengalaman keseharian seseorang, keluhan, puisi atau syair, gagasan, dan perbincangan teman. 
4. Blog bertopik, yaitu blog yang membahas sesuatu masalah/topik tertentu, dan fokus pada bahasan tertentu. 
5. Blog kesehatan, lebih spesifik tentang kesehatan. Blog kesehatan kebanyakan berisi tentang keluhan pasien, berita kesehatan terbaru, keterangan-keterangan tentang kesehatan. 
6. Blog politik berisi tentang berita politik, aktivis, dan semua persoalan berbasis blog (seperti kampanye)
7. Blog perjalanan, fokus pada bahasan cerita perjalanan yang menceritakan keterangan-keterangan tentang perjalanan. 
8. Blog riset, berisi persoalan tentang akademis seperti berita riset terbaru.
9. Blog hukum, berisi persoalan tentang hukum atau urusan hukum
10. Blog media atau blog berita, memberitakan apa-apa yang diliput wartawan suatu media
11. Blog agama, membahas masalah yang berkaitan dengan agama, berisi masalah agama dan solusi dari penulis atau tokoh agama, bisa juga berupa rubrik tanya jawab
12. Blog bisnis, digunakan untuk kegiatan promosi bisnis atau pun hal-hal yang berkaitan dengan bisnis. 

Manfaat Blog bagi Pendidikan
1. Blog sebagai rumah belajar dan berbagi guru
 - kreativitas dan kegemaran guru dapat disalurkan melalui blog, seperti kreativitas dalam menulis, maupun karya-karya lainnya. 
2. Blog dapat meringankan tugas dan beban guru dalam mengajar,  
- materi pelajaran, tugas siswa, informasi nilai siswa, dan lain-lain dapat lewat blog
3. Blog dapat meningkatkan minat belajar para siswa 
- Dengan blog, seorang guru dapat memposting suatu permasalahan atau materi pelajaran yang disusun dalam suatu bahasa yang formal tetapi lebih santai, kemudian para siswa bisa blogwalking mengunjungi blog tersebut dan kegiatan belajar mengajar pun bisa menjadi lebih menyenangkan. (Transformatika, Volume 12 , Nomer 1, Maret 2016 ISSN 0854-8412 125)
4. Blog dapat diakses oleh siapa pun di belahan dunia. 
- Dengan blog, guru bisa berbagi materi pelajaran tidak hanya untuk siswanya, tetapi juga setiap orang orang yang membutuhkan pemikirannya di mana pun mereka berada dengan mudah dan murah. 
5. Blog dapat menjadi media silaturahim. Blog dapat dijadikan sebagai sarana untuk bertemu secara tidak langsung dan dapat menjalin komunikasi satu sama lain karena blog dapat diakses oleh siapa pun di seluruh dunia

Contoh nyata manfaat blog :
- Nilai murid meningkat karena media blog (Skripsi Sartono Guru SMA Negeri 2 Magelang )
- Prestasi murid mengalami peningkatan signifikan dengan media blog kolaboratif, meningkat kemampuan menulis dan literasinya (Dr. Wijaya Kusumah, blogger KBMN)
- Menjadi media untuk mengirimkan tugas-tugas ke siswa dan siswa dapat menjawab di blog mereka dan mengirimkan linknya ke group, serta siswa dapat saling berkunjung antar blog (Ibu Nani).

Contoh Blog sebagai Media Pembelajaran :
https://dailalser.blogspot.com/2021/09/perkembangbikan-generatif-pada-tumbuhan.html
https://dailalser.blogspot.com/2021/09/mari-belajar-soal-up-ppg-b-ind0-ipa-ips.html
https://dailalser.blogspot.com/2021/09/blog-sebgai-sarana-pembelajaran.html

Contoh Buku-Buku yang Terbit karena Nulis di Blog :
( Saya = Dail Ma'ruf, S.Pd.)


Penyampaian materi dilanjutkan dengan tanya jawab.
Antusiasme peserta sungguh tinggi sehingga terdapat 50 pertanyaan !

Banyak harapan yang disampaikan ke peserta gelombang 28 Kelas Belajar Menulis Nusantara. Fantastis jumlahnya, tinggi semangatnya, balapan setor resumenya ..... bagaikan balap mobil formula F1 disebutnya ... walau ada yang berusaha mensejajarkan langkah pemula dengan para jawara, itulah sekelumit fenomena ..... dan jangan ada yang tertinggal jauh menjadi luruh rubuh dan jatuh  .... tapi semangat diri mengisi blog dengan edukasi untuk prestasi ...

(  Rosjida Ambawani, Resume Pertemuan ke-5 Kelas Belajar Menulis Nusantara - KBMN - Gelombang 28, malam sepi ...  sendiri menetapi  ...  mimpi tak bertepi ... )






























Selasa, 17 Januari 2023

Jadilah Buku dari Karya Ilmiahku


 Bismillah, hamdalah syukurillah, shollallohu alaih ... 

Malam ini kita kembali meniti larik-larik motivasi melejitkan potensi. Ini adalah pertemuan keempat kita menjejakkan kaki memantaskan diri menjadi penulis sejati. Semangat diri terus dipacu terus maju tak kenal ragu. Engkaukah itu satria yang maju tak gentar ataukah pecundang yang lemah terkapar. Kesuksesan tinggi dimulai dari langkah kecil namun pasti terus maju pantang berhenti ...

Pertemuan ke-4 Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) Gelombang 28 mengambil judul "Menulis Buku dari Karya Ilmiah" dengan moderator Nur Dwi Yanti, S.Pd. yang akrab disapa NDY dan narasumber Bapak Eko Daryono, S.Kom., sosok guru TIK bersahaja yang lahir di Karanganyar, provinsi Jawa Tengah pada tanggal 20 Desember 1975  dengan beragam keahlian :  pengajar, penulis, editor, narasumber, motivator literasi, mentoring dalam penulisan buku maupun jurnal dengan prestasi yang luar biasa, antara lain  Juara I Lomba Penulisan Karya Ilmiah Tingkat Kabupaten (2008)  dan Juara II Lomba Guru Berprestasi Tingkat Kabupaten (2009), telah menghasilkan 14 buku kesejarahan, 2 buku traveling, dan 10 buku budaya lokal, wow 👍👍👍

Moderator membuka dengan doa dan memberi semangat ,"Ketika kita sangat menginginkan sesuatu, kita akan menemukan tekad untuk melakukannya dan tidak akan berhenti sampai benar-benar mencapainya."

Menulis membutuhkan niat, ide, komitmen dan konsisten, motivasi, alat, timing (pemilihan waktu), kerja keras, dan tak lupa keilmuan. Agar konsisten maka menulis harus memiliki tujuan. 

Menerbitkan Buku dari Karya Tulis Ilmiah perlu langkah-langkah penting sebagai berikut :

1. Memahami apa yang dimaksud dengan Karya Tulis Ilmiah (KTI) 

KTI dalam Peraturan Kepala LIPI Nomor 2, Tahun 2014 ialah tulisan hasil litbang dan/atau tinjauan, ulasan (review), kajian, dan pemikiran sistematis yang dituangkan oleh perseorangan atau kelompok yang memenuhi kaidah ilmiah

2. Memahami apa saja yang termasuk KTI

Secara umum KTI ada dua yaitu KTI Nonbuku dan KTI Buku. 

KTI Nonbuku antara lain KTI bidang akademis untuk mendapatkan gelar (tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi), KTI hasil penelitian (PTK, PTS, best practice, makalah, artikel, jurnal), KTI berupa ulasan atau resensi. 

KTI Buku ialah KTI bidang akademis untuk mendapatkan gelar : tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi, KTI hasil penelitian : PTK, PTS, best practice, makalah, artikel, jurnal, KTI berupa ulasan atau resensi.

Ternyata tidak semua KTI itu berupa buku. Memang secara wujud, PTK, PTS, Tugas Akhir, skripsi, tesis, desertasi itu berupa buku, namun bukan buku, lebih tepatnya adalah laporan hasil penelitian dan sifat publikasinya pun terbatas.

3. Memahami struktur penulisan KTI


4. Memahami perbedaan laporan KTI dan KTI yang dikonversi menjadi buku

Secara subtansi isi, tidak ada perbedaan isi laporan KTI dengan isi buku hasil konversinya karena sejatinya isi buku mencerminkan keseluruhan isi laporan KTI.

Secara sistematika, tentunya gaya penulisan KTI dengan penulisan buku tentu berbeda. Ada penyesuaian-penyesuaian sistematika KTI yang dikonversi menjadi buku dengan tujuan agar kesannya tidak kaku. misalnya penomoran tiap sub bab-sub bab.

Secara bahasa, meski sama-sama ilmiah, hasil konversinya tentu harus dimodifikasi sehingga bahasa dalam bukunya lebih luwes, bersifat lugas dan tidak lagi mencantumkan kata-kata seperti penelitian ini, peneliti, teman sejawat, penulis.

5. Memahami cara mengkonversi KTI menjadi buku

a. Memodifikasi Judul

Judul KTI umumnya mengandung unsur : variabel penelitian, objek penelitian, dan seting penelitian (baik tempat maupun waktu).

Judul buku hasil konversi seperti judul buku-buku yang punya daya tarik dan daya jual harus menarik, unik, mudah diingat, dan mencerminkan isi buku. Kemenarikan judul buku sifatnya subjektif.

Contoh :


b. Memodifikasi Sistematika dan Gaya Penulisan

KTI Nonbuku yang berupa laporan hasil penelitian umumnya ditulis dengan sistematika dan penomoran yang baku seperti yang telah saya uraikan di atas. Saat laporan tersebut dikonversi menjadi buku, maka harus dimodifikasi gayanya sesuai dengan gaya penulisan buku, tidak tampak lagi adanya sub bab-sub bab yang membuat isi buku seolah-olah terpisah-pisah.

c. Modifikasi Bab I

Bab I yang biasanya Pendahuluan boleh tetap dipertahankan judulnya dengan Pendahuluan , boleh Pembuka atau kata lain yang menggambarkan kemenarikan buku.

Contoh : Pada konversi pendahuluan PTK "Fenomena Pembelajaran TIK" yang berisi fenomena sebagaimana isi poin latar belakang dalam naskah laporan aslinya ditambah dengan fenomena kekinian agar pentingnya isi buku dapat ditonjolkan sejak awal sehingga pembaca merasa tertarik untuk membaca keseluruhan isi buku. Adapun secara struktur, tidak diperlukan lagi sub bab - sub bab seperti latar belakang, permasalahan, tujuan, manfaat dalam bentuk angka-angka. Fokusnya lebih mengeksplor latar belakang

d. Modifikasi Bab II

Contohnya isi bab II dari PTK narasumber

diubah sbb :

e. Modifikasi Bab III

Substansi bab 3 sebenarnya lebih terfokus pada metode, teknik pengumpulan data (instrumen) serta analisis data. Jika berupa PTK berisi langkah-langkah tindakannya

Ada beberapa alternatif yang dapat diterapkan. Benar-benar menghilangkan bab III, menginclude bab 3 di bab 2 atau menarasikan bab 3 di awal bab pembahasan

Menghilangkan bab 3 maksudnya keseluruhan isi bab 3 dihilangkan, sebab bunyi bab 3 sebenarnya bisa dicermati dari isi pembahasannya

Menginclude bab 3 di bab 2 maksudnya konsep pokok terpenting dari bab 3 digabung dalam bab 3.

f. Modifikasi Bab IV

Bagian ini sejatinya merupakan bagian inti isi buku, sesuai dengan judul buku. Bab IV tidak lagi menggunakan judul Hasil Penelitian dan Pembahasan, namun disesuaikan dengan konteks buku. Judul buku menjadi pilihan sebagai judul Bab IV

Pada buku, di bab IV dapat dimasukkan tabel, grafik, foto-foto kegiatan maupun hasil penelitian yang menyatu dalam buku. Bab IV tidak lagi berisi data mentah seperti nilai dari setiap siswa berikut nama, foto pun hanya sekedar yang dibutuhkan sebagai pendukung.

g. Modifikasi Bab V

Pada laporan hasil penelitian, bab V biasanya diberi judul Penutup. Judul tersebut dapat dipertahankan, hanya saja, isi bab tidak hanya simpulan dan rekomendasi (saran) saja, namun ditambahkan temuan yang terkait dengan hasil penelitian.

h. Modifikasi Lampiran

Lampiran yang disertakan hanyalah instrumen penelitian atau data matang yang mendukung, bukan data-data mentah.

6. Memahami hal-hal yang perlu diperhatikan dalam saat mengkonversi KTI menjadi buku

a. Pertama, keaslian (originalitas) laporan hasil penelitian, tindakan plagiat tidak dibenarkan ter

b. Kedua, menghindari kompilasi yang terlalu banyak. 

Include saja pendapat pada ahli yang mendukung substansi ini, sisanya mengembangkan dengan analisis dari sudut pandang penulis. Saat penulis menerbitkan buku dari hasil KTI-nya otomatis dia sedang menyuguhkan bahan pustaka kepada pembaca. Kegiatan sekedar meng-copas pendapat asli para pakar perlu dihindari dengan mengubah gaya penulisan kutipan.

c. Ketiga, memilah dan memilih data yang dipublikasikan, data matang saja yang disajikan agar buku berbobot dan tidak bombastis

d. Keempat, modifikasi bahasa buku

Hindari pemakaian penanda transisi menurut hal itu sesuai dengan pendapat lebih lanjut si A menyatakan berdasarkan hal tersebut termasuk menyebutkan kata penelitian ini, peneliti, bahkan penulis

e. Kelima, hindari pengambilan sumber kutipan berantai atau pendapat yang kurang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

f. Keenam, wajib menuliskan semua daftar Pustaka yang dipakai sebagai rujukan dalam buku untuk mendukung keabsahan buku.

g. Ketujuh, memperhatikan kaidah penyusunan buku ber-ISBN khususnya jika akan dinilaikan untuk KP sesuai Buku 4 PKB

Pertemuan ditutup dengan tanya jawab dengan resume sebagai berikut :

1. Bagaimana cara mengubah gaya penulisan kutipan/ pendapat dari para pakar, agar tidak sekedar copas saja?.. contohnya?

Sumber Asli : Peraturan Kepala LIPI Nomor 2 Tahun 2014 menyatakan bahwa:

“Karya tulis ilmiah yang selanjutnya disingkat KTI adalah tulisan hasil litbang dan/atau

tinjauan, ulasan (review), kajian, dan pemikiran sistematis yang dituangkan oleh

perseorangan atau kelompok yang memenuhi kaidah ilmiah

Modifikasi

“Karya tulis ilmiah merupakan tulisan perseorangan atau kelompok dari hasil penelitian dan pengembangan, tinjauan, ulasan, kajian, dan pemikiran sistematis yang yang memenuhi kaidah ilmiah (Peraturan Kepala LIPI Nomor 2 Tahun 2014)

2. Best Practice  bisa di jadikan buku

3. Cara mebuat buku dari hasil penelitian yang filenya sudah hilang jika ada naskahnya bisa discan kemudian dikonvert ke doc.  Merubah dari hasil laporan karya ilmiah.  menjadi suatu artikel yang menarik dengan meringkas isi LKI-nya kemudian modifikasi judul yang menarik

4. Cara agar buku modifikasi sesuai kaidah penulisan dengan cara memahami kaidah penulisan buku termasuk didalamnya struktur dan kebahasaan buku.

5. Contoh konkrit dari kalimat, "Hanya saja, isi bab tidak hanya simpulan dan rekomendasi (saran) saja, namun ditambahkan temuan yang terkait dengan hasil penelitian" :

misal modifikasi PTK di bab VI : Pembelajaran TIK dengan penerapan strategi Tim Quiz mampu menciptakan iklim belajar yang aktif, interaktif, kolaboratif serta dapat membangkitkan semangat belajar…… *Strategi Tim Quiz yang diterapkan dapat berhasil jika ada dukungan* ……. *Sebaliknya jika dukungan tersebut kurang optimal maka capaian yang diharapkan dari Strategi Tim Quiz* …..

Dua kalimat terakhir merupakan implikasi sekaligus rekomendasi di bagian penutupnya

6. a. Apakah dalam modifikasi ke buku, berarti tdk boleh lagi ada subbab? Boleh, hanya diupayakan tanpa penomoran agar tidak terkesan kaku. 

b. Apakah pemahaman tentang modifikasi bab. IV dalam Laporan penelitian dapat disamakan atau menjadi jawaban permasalahan? Bisa 

c. Modifikasi lampiran, berarti berupa data (hasil analisis),/deskripsi data? Instrumen yang mendukung isi

d. Maksudnya wajib mencantumkan semua pustaka yg dipakai sebagai rujukan itu, tdk hrs yg ditampakkan di uraian sprt halnya lap. penelitian/tulisan ilmiah? Melainkan yg dirujuk penulis dalam uraiannya?  (mendasari/menguatkan) pendapatnya? Semua kutipan yang diambil dalam isi buku wajib dicantumkan daftar pustakanya. Jika khasanah kekayaan pustaka kurang mendukung maka dapat ditambah tidak harus sama dengan laporan KTI aslinya

7. Anak saya yg no 2 lomba Karya ilmiah internasional di Hongkong meraih medali emas  dan anak saya yang no 4 lomba tingkat nasional juara harapan 1. Apabila hasil karya ilmiah anak sy sy jdkn buku apakah diperbolehkan? Boleh banget, wah luar biasa putranya...

8. Bagaimana dengan proposal P5, bisakah menjadi sebuah buku? Bagaimana tahapannya agar menjadi buku yang menarik? Jika ingin membuat buku penerapan tema P5 didukung dengan aktivitas dan dokumentasi akan sangat menarik.

9. Apakah buku yang berasal dari laporan tidak termasuk KTI? Termasuk Bu, sesuai dengan kaidah buku 4 PKG. Tadi di atas dua klasifikasi KTI

10. Apakah ada buku khusus dijual bebas yang menjelaskan tentang bagaimana cara mengkonversi KTI menjadi buku? Bisa pesan ke Tim Solid Omjay 


11. Pada pembuatan buku, lampiran KTI diubah menjadi instrumen penelitian dan data2 matang, bukan data mentah. Bisa diberikan contoh spt apa data matang dan data mentah ini? Data mentah, misalnya data nilai keseluruhan siswa. Data matang : siswa yang mendapat KKM dan di bawah KKM kemudian disajikan dengan grafik

12. a. Judul tesis saya, "Manajemen Pendidikan Karakter Santri",  kira-kira apa judul yang menarik kalau ingin dijadikan judul buku? Judul tersebut sudah menarik Bu, singkat dan menggugah minat untuk membaca. Setelah judul, modifikasi babnya Bu.

b. Bagaimana cara awal kita menulis buku dari skripsi atau tesis kita? Data mentah, misalnya data nilai keseluruhan siswa. Data matang : siswa yang mendapat KKM dan di bawah KKM kemudian disajikan dengan grafik.

13. Apakah kita bisa membuat buku yang menceritakan tentang KTI tersebut. Jadi dalam buku tersebut dari awal hingga akhir seperti sharing pengalaman. Contoh dari best practice ke buku? best practice sangat bisa jadi buku.

14. Bolehkah KTI orang lain , kita yang jadikan buku ? Boleh tetapi nama penulisnya yang punya KTI bukan kita

15. Dalam paparan narasumber tentang modifikasi bahasa buku disebutkan bahwa harus menghindari pemakaian penanda transisi seperti kata menurut hal itu,  sesuai dengan pendapat,  lebih lanjut si A menyatakan, berdasarkan hal tersebut, dll. Padahal dalam pengambilan kutipan harus menyebutkan itu dari narasumber, menurut .... sesuai dengan pendapat ...

Jadi bagaimana cara/teknis untuk menunjukkan bahwa tulisan itu adalah berdasar pendapat ahli.

Sumber kutipan ditaruh di bagian akhir , seperti model Harvard.

16. Laporan PTK dapatkah di ubah menjadi buku? Apakah sama prosedurnya?

Sangat bisa bu, prosedur sama.

17. a. Mohon dapat menjelaskan pada bagian: 1. hindari pengambilan kutipan yg berantai?  sedangkan pendapat tersebut sudah tertera di Tesis kita,  kok harus dihindari ?  Maksudnya kutipan berantai Si A seperti dikutip si B menyatakan bahwa...... Intinya ambil sumber pertama. Kutipan dalam buku tidak harus sama persis dengan kutipan di tesis, bisa berkurang bisa bertambah.

b. Mohon penjelasannya kaidah penyusunan buku ber ISBN ? Kalau ada panduan bolehkah kami dibagi.  Buku ber-ISBN biasanya minimal 60 halaman.

18. Ketika KTI sudah menjadi buku, apakah temuan- temuan yang didapatkan masih bisa dijadikan referral atau referensi? Sangat bisa

Di ujung pertemuan, bapak Eko Daryono S.Kom memberikan pesan, 

"Jangan takut gagal sebelum mencoba. Berdayakan karya kita menjadi buku yang bermanfaat menjadi ladang amal kita."

 “Menulis itu olah kata dengan rasa, karena menulis seperti berbicara dan teman bicaranya adalah HATI.” Eko Daryono – Sang Pena Lereng Lawu

"Kejujuran adalah hal yang utama"


Malam telah larut, bola mataku menciut, tubuhku pegal tapi pikiran tak kusut, satu ilmu telah terajut, hati puas mimpi menjemput ....

( Rosjida Ambawani, Resume pertemuan ke-4 Kelas Belajar Menulis Nusantara - KBMN - Gelombang 28, tengah malam di ujung kota kecil temaram ...)





Senin, 16 Januari 2023

Genggam Motivasi Raih Mimpi

Bismillah.

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Ilahi Robbi, Pemilik alam semesta ini, pada-Nya kita berserah diri, hidup dan juga mati. Sholawat serta salam tercurah kepada kekasih sejati tauladan hakiki.

Jika gajah mati meninggalkan gading, maka apakah yang ditinggalkan oleh manusia saat nafas tak lagi bersanding? Kebaikan, amal perbuatan, amal jariah, ataukah karya keabadian .....

Membuat karya bukanlah hal semudah membalikkan telapak tangan tetapi juga bukan mustahil tak teraih jangkauan.

Narasumber Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd, guru penulis dengan berbagai prestasi, meraih banyak apresiasi di berbagai ajang prestasi tersebut memulai karir sebagai blogger penulis pemula, melangkah menjadi moderator, narasumber, kurator, sekarang menjadi editor dari naskah peserta kelas belajar menulis Omjay dan naskah teman-teman guru lainnya. Dengan keuletan dan komitmen menulis setiap hari meraih Juara 1 Lomba Blog PGRI dan Juara 10 besar HUT AISEI kategori artikel favorit, 

berhasil menjadi penulis penerbit mayor dalam tantangan menulis 1 minggu bersama Prof. Richardus Eko Indrajit alias Prof.  Ekoji, serta  melahirkan 56 buku yang tersebar di toko buku terkemuka di seluruh Indonesia ...👍👍👍

Ibu Aam menyampaikan materi dengan judul "Gali Potensi, Ukir Prestasi" dengan moderator Arofiah Afifi yang juga penulis berbakat.

Pertemuan diawali dengan lontaran pertanyaa dari narasumber , "Apa alasan Bapak Ibu bergabung di Kelas Belajar Menulis Nusantara  (KBMN) ? Berbagai jawaban yang masuk, intinya adalah ingin menjadi penulis berpotensi, menerbitkan buku sendiri, menggapai banyak prestasi, menginspirasi ...

Cara menggali potensi untuk mengukir prestasi dimulai dengan apa yang kita sukai.  Setiap orang memiliki hal yang disukai dan memiliki kesempatan yang sama untuk menggali segala potensi yang dimiliki untuk meraih prestasi, jika suka menulis maka tekuni dunia tulis dengan mulai menulis dari apa yang disukai, apa yang dialami, atau apa yang dikuasai, berbentuk puisi, pantun, cerpen, novel, atau kisah inspiratif yang bisa menginspirasi negeri.

Sebagai penulis pemula banyak sekali kendala untuk memulai tulisan karena takut tulisan jelek, takut dibuli, tidak percaya diri, takut tulisan tidak sempurna, dan keraguan dalam mempublikasi tulisan sehingga tulisannya hanya disimpan di dalam draf dan membiarkan ide itu menguap hingga berlalu begitu saja. tetapi haram hukumnya untuk berputus asa, mencoba dan terus mencoba, lewat banyak membaca,  membaca tulisan orang lain, blogwalking, mencoba menyusun kalimat dalam menuliskan komentar atau apresiasi terhadap tulisan orang lain.

Musuh terbesar adalah diri sendiri, rasa malas, tidak memenej waktu, tidak memilah atau membuat skala prioritas.

Di Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) terdiri dari para penulis, narasumber, maupun motivator hebat. Ada 30 materi kepenulisan apik yang telah teruji sebanyak 28 angkatan/gelombang sampai dengan yang saat ini. Hayu wahai diri kita mulai bangkit diri ...

Dimulai dari mimpi, abaikan rasa kekurangan diri, pupuk kepercayaan diri, menggali potensi meraih prestasi, belajar menulis dan menulis setiap hari, kendala atasi, yakin diri bahwa menulis itu tidak sulit membelit diri,  giat menulis meraih manis.  Itu adalah resep mujarab untuk mulai menggenggam motivasi, meraih mimpi ....

( Rosjida Ambawani, Resume pertemuan ke-3 Kelas Belajar Menulis Nusantara - KBMN - Gelombang 28, dari kota Ciamis manis ... )









Kamis, 12 Januari 2023

Mari Kita Lejitkan Passion Kita dengan Rasa Cinta


 Bismillah.

Alhamdulillah, puji syukur kepada yang Dzat yang Maha Kasih terlampau kasih, Maha Penyayang yang sungguh menyayang. Sholawat dan salam kepada junjungan, insan mulia panutan semua insan.

Hari ini, malam ini adalah malam kedua kita bersua, bersama para penulis yang membawa semangat di dada untuk meraih cita-cita mulia. Engkau boleh mengatakan ini baru pertemuan kedua dari tiga puluh pertemuan yang dicanangkan. Bagiku, ini sudah langkah kedua yang aku ayunkan untuk mencapai tangga ke-30 di depan ...

Semangat kawan, mari kita perdalam kemampuan kita membuat tulisan. Tak kenal lelah, lillah dengan niat ibadah.

Pertemuan kedua ini bertema "Menjadikan Menulis sebagai Passion", dibuka oleh moderator Widya Setianingsih, S.Ag. yang akrab disapa Mbak Widya Arema (Arek Malang, kota kelahiran saya) dengan quotes yang membuka mata, "Orang-orang sukses hanyalah mereka yang memiliki kebiasaan sukses" (Brian Tracy).

Pernahkan sahabat sekalian melakukan sesuatu hal dengan rasa senang? Melakukan sesuatu hal dengan rasa cinta? Itulah Passion. Passion atau renjana merupakan kecenderungan yang kuat terhadap suatu aktivitas yang digemari oleh seseorang. Hari ini kita akan menumbuhkan passion kita dalam menulis. 

Pemateri kali ini adalah seorang ibu  dengan sosok keibuan, ucapannya lembut bak air yang mengisi kekosongan jiwa.. tarian penanya lincah tak pandang usia, menebar tetesan renjana bagi setiap insan untuk berkarya, dialah ibu bagi literasi bangsa, sang Ratu antologi yang tak pernah lelah memberi makna dalam tiap titian usia, Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. yang akrab disapa bunda Kanjeng.

Lewat untaian kata-kata Mbak Widya yang indah bermakna terus mengalir membawa jiwa tak lekang semangat untuk (memulai) berkarya walau kesibukan melanda ....

Setiap kita adalah karya indah...                                                                                                         
Setiap kita adalah buku sejarah...                                                                                                
Tergantung kita akan menutup atau membuka sejarah.                                                               
Membuka, dan  menarikan setiap deretan huruf kenangan.                                                  
Menggoreskan kisah sejarah dalam keabadiaan. Dikenang dalam peradaban.                            
Ataukah... Mengunci rapat buku itu. Dan hanya kita yang tahu.                                             
Tertinggal.... Terlewat... Terkubur tanpa kenangan. Dan terlupakan tanpa perayaan.                       
Hanya kita bisa yang menentukan. 
Jadikan kisah kita abadi dalam ingatan sejarah.                                
Sekarang atau tergerus roda kesibukan. 

Pertemuan diawali dengan kesatuan hati dan rasa untuk semangat berkarya, dilanjutkan dengan doa untuk kelancaran dan kemudahan acara. Harapan dari Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd atau bunda Kanjeng bahwa peserta di angka 1000 itu luar biasa, yang menjadi tantangan bagaimana agar semua peserta bisa naik kelas yaitu menulis, hal ini menjadi PR dari Tim Solid OmJay (Dokjay) dalam membersamai  grup ini. Semua alumni/lulusan Kelas Belajar memiliki potensi  yang luar biasa dan harus dilejitkan khususnya di dunia literasi

Passion atau renjana adalah satu gairah yang dimiliki semua orang. Bagaimana kita menjaga passion dan menyalurkannya menjadi sesuatu yang selalu ingin dan ingin lagi, sehingga tidak pernah padam. Begitu juga dengan proses menulis. Ketika kita sudah menjadikan sebagai renjana, maka giat menulis tidak akan padam karena sudah menjadi kebutuhan bukan beban. Dengan menulis langsung plong. Poin pentingnya, mampukah kita menjadikan menulis itu satu kebutuhan atau food suplemen yang akan membawa kita menjadi orang yang mulia.

 Mengapa kita menulis karena dapat mengedukasi pembaca untuk berliterasi, menghasilkan uang untuk traveling, diundang ke istana maupun keliling Indonesia.

Melalui penyajian powerpoint yang menarik padat berisi, Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd memaparkan dalam " Writing is My Passion"

Profil beliau adalah lulusan S1 di FKIP Bahasa Inggris UNS & S2 di UMS, seorang guru pegiat literasi nusantara, editor sejak tahun 2019, motivator, dan blogger, telah menulis 21 buku dan mendapat penghargaan/apresiasi sebagai Ratu Antologi

Paparan Bunda Kanjeng yang singkat padat antara lain :

Mengapa menulis menjadi passion yang menjanjikan karena kemampuan menulis dipandang sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berpikir dan hingga hari ini profesi penulis adalah salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara sosial.

Kendala dan hambatan dalam menulis adalah  merasa tidak bakat menulis, tidak memiliki waktu mauoun ide, tidak mau dikritik, dan tidak suka menulis. 

Motivasi menulis adalah Hadis Nabi Muhammad saw yang mengatakan 
“khoirunnas anfa’uhum linnas” yang artinya sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat untuk manusia lain 💖

Langkah-langkah menjadi penulis yang baik yaitu


Persiapan dalam menulis adalah 
1. Menggali dan Menemukan Gagasan/Ide 
    Kegiatan ini bisa dilakukan melalui pengamatan baik terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi, imajinasi, dan kajian pustaka. Untuk mempermudah proses penemuan ide, cara efektif yang dapat digunakan adalah melalui brainstorming.

2. Menentukan Tujuan, Genre, dan Segmen Pembaca
Sasaran pembaca akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan warna tulisan. 
Selain itu, kita harus memastikan bahwa tulisan yang kita hasilkan akan marketable

3. Menentukan Topik
Penentuan topik dilakukan setelah penulis menetapkan untuk apa menulis, genre yg dipilih, dan siapa sasaran pembacanya.

4. Membuat Outline 
Outline merupakan bentuk kerangka tulisan yang menunjukkan gambaran materi yang akan ditulis, yang cukup ditulis garis besarnya saja. Karakteristik outline yang baik memiliki kesederajatan yang logis, kesetaraan struktur, kepaduan, dan penekanan. 

5. Mengumpulkan Bahan Materi / Buku
Penulis wajib membaca banyak buku dan sumber bacaan lain untuk memperkaya perspektif dan referensi agar semakin banyak ide atau gagasan yang dapat dikembangkan.

Langkah selanjutnya yaitu perlunya editing, revising, publishing.
Editing yaitu membaca ulang dan menyempurnakan draft.
Revising yaitu mengubah, melengkapi, mengecek kembali naskah untuk menihilkan kesalahan tulis.
Publishing yaitu pengiriman naskah, pracetak (perwajahan buku, tata letak, ISBN, proof reading),  pencetakan, promosi, dan distribusi

Menulis itu harus sabar .... Penulis pemula sebaiknya lebih fokus pada ketekunan (persistence) dalam proses menulis. Menulis semampunya terlebih dahulu, jangan berfikir harus sempurna, dan jangan terlalu idealis.

💧💧💧 Benar, sebagai pemula seperti diri ini harus meniti satu-persatu tangga kepenulisan dengan hati dan sabar diri, tak henti belajar dan berusaha membekali diri dengan berbagai ilmu luas yang tak bertepi .....

( Rosjida Ambawani, Resume pertemuan ke-2 Kelas Belajar Menulis Nusantara - KBMN - Gelombang 28, dari kota kecil di ujung selatan Jawa Barat ...)


 













Senin, 09 Januari 2023

Mari Menulis Setiap Hari dengan Hati Hal yang Disukai dan Dikuasai


                    Mari Menulis Setiap Hari dengan Hati, Hal yang Disukai dan Dikuasai 
 
Assalamualaikum para pembaca budiman. 

Ini adalah jumpa pertama kita, pertemuan pertama di Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) gelombang 28 dengan 1000 lebih peserta. Seribu, ya seribu, banyak dan penuh semangat. 
Pertemuan pertama dari 30 pertemuan. Layaknya jumpa pertama, masih bertanya-tanya, mampukah kita memulai semuanya, menjadi penulis yang mampu menerbitkan buku. 

Pematerinya sungguh hebat, Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd., OmJay, seorang teacher, trainer, writer, motivator, blogger, praktisi ICT,  dll Sering diundang di berbagai Seminar, Simposium, dan Workshop sebagai Pembicara/Narasumber di tingkat Nasional. Dirinya telah berkeliling hampir penjuru nusantara, karena menulis, banyak mendapat penghargaan sehingga diundang ke istana dari orang nomor satu di Indonesia. Beliau seorang Doktor, iya lulusan S3, mendapatkan gelar doktor pendidikan tahun 2022 dengan judul desertasi "Pengelolaan Blog Kolaboratif untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa" 

Beliau memulai semua keberhasilan dengan komitmen tinggi diawali dari blog pribadi yang dengan musibah kebakaran sekolah menjadikan "Yuk Kita Ngeblog'' mendapatkan juara pertama dari Depdikbud dengan hadiah 20 juta !!


Sungguh menarik paparan beliau :
1. Mulailah menulis dari apa yang kita sukai dan kuasai  
2. Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi
3. Menulis dengan hati akan mengena di hati  
4. Rahasia bisa menulis setiap hari adalah membaca tulisan orang lain.
5. Kebanyakan orang tidak bisa menulis karena malas membaca tulisan orang lain atau merasa tulisannya yang paling hebat padahal di atas langit ada langit. 
6. Praktikkan ilmu menulis setiap hari dan bersedia belajar hal-hal yang baru
7. Bila anda rabun membaca, maka anda akan lumpuh menulis
8. Menulis itu akan mudah kalau langsung dilihat dan dialami serta didengarkan secara langsung sehingga kisah nyata lebih disukai banyak orang daripada kisah fantasi
9. Menulis setiap hari akan berbuah prestasi ketika anda menulis dengan hati
10. Teliti dahulu sebelum memposting
11. Dengan tulisan akan mendapatkan cuan.
      Seperti yang telah beliau dapatkan dari kompasiana



Satu jam penyampaian materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yabg dipandu oleh moderator Bpk Dail Maruf, M.Pd. Pertanyaan bertubi-tubi dijawab OmJay dengan jawaban singkat dan lugas. Intinya manfaatkan hp untuk menulis di saat waktu padat, manfaatkan blog untuk menulis ide tulisan yang nantinya bisa diedit, lawanlah rasa malas menulis dengan mengingat hal positif yang akan kita dapatkan minimal karya untuk anak cucu kelak, banyak tema tulisan bisa diramu seperti makanan gado-gado, agar tulisan banyak diminati dan dibaca maka tulislah isu terkini.

Sungguh menarik, memberi semangat dan membuka lebar mata kita akan banyak langkah untuk menjadikan kita berhasil dalam menulis.
Hayu kita banyak membaca, memperkaya diri dengan membaca tulisan orang lain, menulis berawal dari menyapa dan terdiri  dari 3 alinea, lawan rasa malas, dan menulis setiap hari itu harus ikhlas, hanya memberi tak harap kembali .....

( Rosjida Ambawani, Pertemuan I KBMN 28, tanggal 9 Jan 2023, dari kota kecil di Jawa Barat )

Kamis, 22 Juli 2021

Selamat Jalan Ibuku Tercinta ...

Dua puluh satu Juli 2021 
Saat jarum jam berdentang tiga kali 
Dini hari alam sepi bumi sunyi
Yang Mahakasih telah memanggil
Telah tertulis di suratan takdir
Bersama lafadz Allah yang terlantun di bibir
Khusyu berdzikir

Ya Ilahi Robbi
Ya Robbul Izzaty
Telah terpanggil seorang ibu
Penyejuk kalbu
Pelantun doa di setiap malam panjang-Mu
Penguat jiwa belahan hidup
Penuntun hati di setiap waktu

Selamat jalan ibuku 
Air mata mengalir tak putus-putus
Mengenang kesabaranmu
Kebaikanmu
Nasihatmu
Teladanmu

Kan kulalui hari-hari hidup ini
Dengan petuahmu yang terpatri
Ya Robbi aku bersaksi
Atas keteguhan sebuah hati ...


Jumat, 19 Juni 2020

Selamat Jalan, Adikku Tercinta

Selamat Jalan Adikku Tercinta ...

Bulir-bulir air mata bertaburan
Isak tangis tak tertahan
Saat mentari bersinar perlahan
Pagi itu 11 Juni engkau tlah kembali ke haribaan
Sang Maha Kasih yang tlah menakdirkan ...

Masih terbayang senyummu, tawamu, tawa kita, senda gurau kita
Tentang hidup yang kadang penuh warna
Dan dunia yang ternyata tidak sederhana
Ada merah, hitam, biru dan rupa-rupa
Biduk mengarungi lautan tanpa jeda
Kadang langkah tertatih dan terdera

Aku masih ingat masa kecil kita
Dengan baju senada tersenyum ceria
Kata orang wajah kita serupa
Padahal senyum dan sabarmu lebih dalam bermakna

Maafkan aku dengan kesibukanku
Yang tak segera bisa menanda
Isyarat akan kepergian selamanya

Aku berusaha menepis tanda tanpa suara dari rona dan cahaya mata
Darimu yang sebenarnya tlah menyiratkan

Mungkin Yang Maha Kuasa menyayangi jiwa
yang penyayang penyabar rela dengan yang tergariskan

Karyamu, jejakmu sungguh indah dan tak kan lekang oleh masa
Suaramu candamu senantiasa terngiang

Selamat jalan
Selamat tinggal
Tenanglah di keabadian
Doa senantiasa terpanjatkan
Selalu di segenap hati dan jiwa
Yang mengenang kebaikan, kerelaan dan pengorbanan

( 11 Juni 2020, beserta limpahan doa)