Sabtu, 11 Februari 2023

Mari Menyusun Buku Secara Sistematis


 Bismillahirrahmanirrahim ...

Pada-Mu ya Allah puji dan syukur kami panjatkan. Sholawat salam tercurah kepada Rasulullah sosok teladan sepanjang jaman ...

Hari ini hari ke lima belas kita menimba ilmu tentang cara menuangkan tulisan menjadi buku. Ini sudah setengah perjalanan, separuh waktu. Masihkah dirimu melangkah ragu atau  Hayu kita bahu-membahu tak kenal jemu mengejar waktu yang terus melaju ...

Pertemuan ke-15 Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) gelombang 28 membahas "Langkah Menyusun Buku secara Sistematis" dengan moderator Arofiah Afifi, S.Pd. yang menyampaikan pembukaan :

"Saat-saat yang paling menakutkan dalam menulis adalah tepat ketika kamu belum memulainya."
"Jika ditanya, 'Bagaimana kamu menulis? Saya akan menjawab, satu demi satu kata.' 
(Stephen King)

Tulis dan rangkai lah kata demi kata, kalimat demi kalimat hingga membentuk suatu kisah  panjang yang disebut suatu karya. Mulailah menulis dengan perlahan-lahan dan yakinlah karyamu akan berhasil.

Langkah menyusun buku secara sistematis berkaitan dengan  niat mulia kita yang ingin  menerbitkan buku. Pentingnya/manfaat menulis buku ialah satu sarana untuk memberikan apresiasi pada diri sendiri atas hasil karya yang telah selesai dibuat, artinya kita pantas menghargai diri kita sendiri, sebagai personal branding, sehingga memberi motivasi diri untuk lebih berkarya dan memberi manfaat kepada orang banyak

Narasumber kali ini adalah Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd. yang merupakan penulis dan editor profesional, dengan menyandang kelulusan ujian sertifikasi lewat skema Sertifikasi Penulisan Buku Non Fiksi. Lahir di Salubarani, Tana Toraja, 6 Juli 1984. Riwayat pendidikan yaitu lulus S1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Kristen Indonesia Toraja (2003-2007) lalu melanjutkan pendidikan S2 di Institut Agama Kristen Negeri Toraja. Sejak tahun 2015 menjadi guru Bahasa Inggris di SMAN 5 Tana Toraja. Beliau pernah menjadi pengajar tidak tetap di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia Toraja, Tutor Universitas Terbuka dan Fasilitator Belajar Yayasan Trampil Indonesia.

Prestasi yang pernah diraih adalah guru berprestasi jenjang SMA Kabupaten Tana Toraja tahun 2016, pemenang ke tiga lomba kreativitas guru tingkat SMA pada Porseni PGRI Provinsi Sulawesi Selatan  pada tahun 2017, serta meraih dua medali emas dan tiga medali perunggu pada ajang Gurulympics PGRI tahun 2020.

Untuk profil beliau lebih lanjut dapat disimak di https://romadean.blogspot.com/2021/01/profil.html

Ulasan materi "Langkah Menyusun Buku secara Sistematis" :

> Pengertian Menulis

#Menulis adalah sesuatu yang unik ketika baru dimulai apalagi kalau belum terbiasa. 

#Ternyata menulis adalah sesuatu yang membuat ketagihan layaknya ketagihan makan kripik singkong renyah. Jika senantiasa dikunyah akan selalu dirindukan pula. 

#Menulis harus dibiasakan setiap hari. "Menulislah setiap hari dan nantikan apa yang terjadi" (Om Jay)

> Bahan Tulisan 

#Semua hal bisa jadi bahan tulisan. Apa yang dilihat, dirasakan, dibayangkan dan bahkan dialami bisa dituliskan. Jika khawatir ide di kepala mudah hilang, mari tuliskan ide melalui blog. 

> Buku Hasil Karya

Buku pertama yang saya terbitkan adalah buku solo berjudul Guru Menulis Guru Berkarya, kontennya adalah materi-materi yang disampaikan para narasumber di Grup WA, Beberapa pertemuan di grup belajar menulis, akhirnya ketemulah saya dengan tokoh pendidikan dan teknologi yang membuka wawasan saya tentang menulis. Beliau adalah Prof. Richardus Eko Indrajit. Dalam materinya, beliau menantang peserta untuk menulis dalam waktu satu minggu.
Dan hasil dari tantangan menulis satu minggu itu adalah buku Digital Transformation

Tantangan kedua dari Prof. Ekoji menghasilkan buku Flipped Classroom


> Penyusunan dan Pengeditan Buku

Penyusunan dan pengeditan buku  bisa dipelajari secara otodidak.
Bisa digunakan versi gratis tanpa aplikasi tambahan yaitu yang ada pada Ms Word. 
Sebenarnya, ada aplikasi yang bisa digunakan agar tulisan naskah buku itu  bisa "sistematis". 
Ada Zotero dan Mendeley yang populer di kalangan mahasiswa dan akademisi. 

> Tutorial Sederhana tentang Cara Membuat Tulisan Naskah Buku Sistematis

Cara menyusun daftar isi, kutipan, indeks, dan daftar pustaka otomatis https://youtu.be/eePQwyHAcjw


Cara membuat indeks pada tulisan berbentuk buku https://youtu.be/mS8bfNZT-rA

 
Cara membuat judul, bab, dan sub judul tulisan pada buku secara otomatis
https://youtu.be/jXPr59aWJSc


> CLBK (Coba, Lakukan, Budayakan, Konsisten)

Coba mulai praktekkan membuat settingan Judul, Bab hingga menyisipkan sumber tulisan menggunakan fasilitas yang ada di Ms Word.
COBAlah menulis, menyusun dan mengedit naskah buku, tidak bisa menjadi ala bisa karena biasa semata tanpa ada per COBA an. Dengan mencoba, maka akan timbul rasa penasaran untuk menjalaninya. Ada pahit, manis, asam, asin, kecewa dan bahagia kala mencoba. 
Percobaan mendorong teman-teman untuk berbuat lebih untuk menjawab rasa penasaran. Pertanyaannya, apakah sekedar selesai mencoba atau mau melanjutkan? 

Jika hendak melanjutkan, maka LAKUKAN dengan segera. Praktekkan sekaligus, biarkan mengalir bersama jari-jari mungil teman-teman. Melakukan proses lebih dalam menulis membutuhkan dorongan lebih pula. Tidak hanya dorongan untuk membuat tulisan, yang lebih utama adalah niat menghilangkan rasa penasaran di pikiran. Penasaran tentang apa yang akan saya tulis, susun dan terbitkan.

Ketika Menulis harus menjadi sebuah budaya. Maka, BUDAYAKAN!  bersama dengan praktek menyusun dan mengedit naskah. Menghasilkan sebuah karya tulisan sederhana tidak bisa tercapai dengan maksimal jika didorong oleh paksaan. Membudayakan menulis adalah proses menuju karya.

KONSISTEN adalah langkah pamungkas dalam teori menulis, menyusun dan mengedit naskah yang selama ini saya lakukan. Budaya menulis yang baik adalah ketika kita menjadi konsisten dalam mempraktekkannya.

> Tanya Jawab

P1 Milma - Bengkulu : Bagaimana Menemukan ebook gratis yang bisa dimasukkan ke Mendeley?
Dan jika  DOI dari jurnal terkunci, bisakah membukanya dg gratis ?

Jawab #P1 Caranya sangat gampang bu. Masuk ke pdfdrive. Di sana ada ribuan bahkan jutaan buku-buku online dengan versi Gratis untuk kita gunakan. Pdfdrive adalah perpustakaan portable saya. Ini linknya: https://www.pdfdrive.com/

Terkait DOI jurnal terkunci, maka kita harus mengikuti petunjuk/anjuran/aturan dari penerbit jurnal tersebut. Biasanya berbayar, makanya tertutup. Saya baru sekali menggunakan Mendeley dan Zotero, jadi kurang familair lagi. Sudah terlanjur suka versi Ms Word 

P2. Dewi Indria - Kalteng : Apakah sistematika penulisan ini berlaku untuk penulisan non fiksi atau juga karya fiksi? Kalau memang untuk keduanya, sistematika penulisan yang benar untuk buku fiksi seperti apa? 

Jawab #P2 Menulis buku fiksi dan non fiksi bisa menggunakan metode di Ms Word itu Langkah-langkahnya sama. Yang membedakan adalah pengisian Indeks dan Daftar Pustakanya.

P3. Latifah - Jakarta : Saat ini saya menulis menggunakan gawai alias hp. Karena masih baru dan tidak menemukan fitur selengkap laptop. Kiranya ada saran aplikasi untuk membantu saya menulis buku dari hp dan gratis.

Jawab #P3 Aplikasi menulis paling populer di android adalah Wattpadd. Ibu bisa mencobanya. Atau bisa juga mencoba Gramedia Writing Project, Writer Tools, Writer Plus, Novelist, dll.
Atau simpan tulisan ibu di blog Kompasiana saja bu...saya biasa ngetik tulisan di HP dan publish di Kompasiana ... hehehhe #bukanKampanye
Silahkan berguru menulis di Kompasiana bersama master kita Dr. Wijaya Kusumah 

P4. Evridus Mangung : Jika buku kita adalah kumpulan artikel yang ditulis di blog dari hasil resume KBMN gel 28, bagaimana menyusun judul dan babnya. sementara setiap pertemuan dibahas dengan tema yang berbeda.

Jawab #P4 Langsung praktekkan saja di Ms Word berikan judul sesuai judul materi tiap pertemuan. Tinggal mengurutkan yang sama atau mirip topiknya. Sehingga naskah bukunya menjadi buku solo bentuk Bunga Rampai.

P5. Yulis Setyaningsih - Banyuwangi.
1.Apakah menulis di buku sistematika penulisannya sama dengan menulis non fiksi di blog? 
2.Apakah bisa sharing chat ke pak Yulius jika ada hal-hal yang ingin kami tanyakan lebih lanjut tekait materi malam ini? 

Jawab #P5
1. Menulis di blog sebenarnya bebas, tinggal mengikuti tools yang ada di template sehingga lebih teratur dan menarik untuk dibaca. Bagi saya metode menulis buku sedikit berbeda dengan menulis di blog. Uniknya, naskah di blog, bisa dijadikan naskah buku dan naskah buku bisa dijadikan resensi di blog.
2. Silahkan bu, dengan senang hati. Bahkan dibantu ngedit pun boleh. Bayarannya 3M: makasih makasih makasih 😁

P6. Samsinar - Jakarta 
1. Apa alasan memilih Microsoft Word yang gratisan?
2. Mohon tips/cara mudah agar dapat menyusun kata-kata saat awal menulis karena kadang sulit memulai merangkai tulisan.

Jawab #P6
1. Alasan utamanya adalah mudah diaplikasikan dan terdapat di mana-mana, tak butuh internet untuk menggunakannya. Fasilitas ada di semua versi Ms Office.
2. Tipsnya: langsung tuliskan saja, biarkan tidak beraturan, nanti ada waktu luang untuk membaca dan mengurutkannya dengan baik. Mulailah dari apa yang dilihat. pakai bahasa sederhana saja, seperti bahasanya Omjay kalau menulis #renyah 

P7. Mastoyah - Demak : Saya beberapa kali bahkan sering baca karya teman-teman hebat disini..
Saya juga bingung mau menulis apa dan memulai dari mana, minder juga sama teman-teman.
Adakah tips-tipsnya untuk memulai menulis ?

Jawab #P7
Tipsnya: CLBK
Percaya diri, yakinkan diri bahwa saya bisa. Tak mungkin saya berpelukan dengan Omjay di Jakarta jika tanpa menulis. Jauh-jauh Omjay dari Bekasi malam-malam untuk menemui saya. Tiada duanya. Tambahan lagi Prof. Eko bersua saya. Seperti mimpi. Karena menulis, kami dan kita semua seperti keluarga. 
Mulailah apa adanya, apapun yang dituliskan adalah sebuah pencapaian yang laur biasa dan pasti ada penikmatnya sendiri. Tak ada tulisan yang tak bernilai, hanya menunggu jodohnya untuk dibaca, seperti tulisan di blog. Awalnya sepi-sepi pembaca, sebulan kemudian sudah ratusan atau bahkan ribuan pembaca. 

P8 Amin Kurniawan - Ponorogo
1. Bila kita membukukan tulisan kita dari blog apa nanti tidak termasuk plagiat meski dari blog pribadi?
2. Bagaimana triknya agar bisa menulis cepat seminggu menjadi buku?

Jawab #P8
1. Tentu tidak. Cantumkan tautan/link tulisan pak Amin dari blog.
2. Konsisten dan luangkan waktu, gabungkan referensi dari pengalaman pribadi dengan referensi dari sumber lain seperti internet, surat kabar, youtube dll. Berikut ini contoh tautan dari blog sendiri.

P9 Wigung - Gunung Kidul.
Nulis buku fiksi dan non-fiksi itu apa perlu dalam jumlah tertentu. Dan apa mesti pakai pustaka.
Kisah perjalanan itu masuk fiksi apa non-fiksi?

Jawab #P9 Menulis buku apa saja versi UNESCO minimal 40 halaman. Tapi saya sarankan minimal 70 halaman ukuran kertas A5. Kalau 40 halaman masih terlalu tipis, penerbit tentu berpikir juga untuk mencetaknya. Buku nonfiksi sebaiknya pakai Daftar Pustaka karena bersifat ilmiah sementara fiksi tidak wajib. Kecuali fiksi dalam bentuk kumpulan puisi/cerpen jika ada yang dikuti dari sumber lain, sebaiknya dicantumkan agar tidak tergolong plagiasi.

P10 Musiroh Muki - Sidoarjo. Untuk membuat kerangka tulisan yang bagus dari sebuah judul yg kita pilih, langkah apa yang sebaiknya kita lakukan agar menarik minat baca para pembaca?

Jawab #P10 Buat tulisan dengan bahasa yang unik dan mudah dipahami pembaca. Urutkan judul / bab / sub bab yang memiliki kaitan sehingga ketika dibaca dari satu bagian ke bagian lain saling melengkapi. Intinya, percaya diri dengan tulisan sendiri.

P11 Rosjida Ambawani - Ciamis.
1. Saat membuat tulisan nonfiksi, apakah yang menjadi referensi sebaiknya berupa buku atau bolehkah referensi dari artikel?
2. Saya sering tidak bisa membuat rangkaian kata-kata untuk menjelaskan suatu definisi atau pemikiran baku sehingga berniat copas tapi khawatir terkategorikan plagiat. Mohon solusinya.

Jawab #P11
1. Semuanya boleh. Jangan lupa cantumkan sumbernya. Sumber tulisan adalah dasar untuk landasan teori yang kita tuliskan.
2. Buat parafrase baru atau ringkas kalimat yang disadur tersebut. Jika mengambil utuh, sebaiknya taruh dalam tanda "..." dan cantumkan sumbernya. Sehingga tidak masuk kategori plagiasi. 😊

P12 Imro'atus Sholihah - Jombang : Aplikasi Mendeley itu untuk menyitasi referensi?
Bgmn menginstalnya? Apa seperti install Windows?

Jawab #P12
Ya, Mendeley itu aplikasi, cara kerjanya mirip dengan Ms Word. Silahkan coba di sini. https://www.mendeley.com/. Download untuk versi desktop dan ikuti petunjuk installnya. Hal yang sama untuk aplikasi Zotero. https://www.zotero.org/

P13. HR. Utami_UPGRIS : Waduh....hebat! Luar biasa! Apa saya bisa ya. Mendengarkan, menyimak tutoring cara menulis secara sistematis melalui you tube, dan begitu cepat, sreeet....langsung kencang leher saya. Mata dan gerakan tangan tidak lagi setajam dan secepat dulu. Taa...pi, meskipun begitu akan saya coba. Mungkin berulang-ulang ya menyimaknya, dan mencermati, Coba, lakukan, biasakan eh budayakan, dan konsisten, ajeg.

Jawab #P13
Mohon maaf klu penjelasan di video agak cepat. Tapi saya yakin pasti bisa dipraktekkan tanpa aplikasi.

P14.  Candra - Jakarta : Kalau seandainya ditulis manual / di ketik manual dalam pengerjaan pembuatan bukunya apakah lebih bagus yg memakai aplikasi atau yg manual? sebab kalau tidak praktek disertai dengan ahlinya susah soalnya ,

Jawab #P14 Saya pernah mencoba pakai aplikasi, saya cuma bicara aplikasi nulis. Bisa pakai Writer + di android. ada juga di Google Docs. Kendalanya adalah aplikasi tidak mengenal tanda baca dan huruf kapital, sehingga tetap kita akan mengedit ulang dan otomatis membaca ulang. Kesimpulan: menulis manual masih lebih efektif. 😁 Nah, dengan mengetik manual sebenarnya kita menulis sambil belajar dan menambah ilmu karena kita sudah membaca berulang-ulang. Itu prinsip saya dalam menulis.πŸ˜‰ Cobalah...pasti bisa.

P16. HR. Utami_Semarang : Jika saya hendak membukukan tulisan2 saya di Kompasiana, bagaimana caranya? 1. Apakah semua judul/Link kita salin dan kita ketik dulu di satu kertas atau screen seperti tadi? 2. Apakah perlu kita edit ulang, dikurangi/ditambah. Sudah publish di Kompasiana, kemudian dibukukan, bolehkah? Perlu ijin ke Kompasiana? Seperti Om jay itu bagaimana? Terima kasih. Bapak hebat! Judulnya perlu diubah, atau bagaimana, pak?

 Jawab #P16 Bisa mengambil semua judul, atau buat judul serupa, Ambil naskah seutuhnya dari Blog Kompasiana tidak masalah. Tapi cantumkan tautan artikel blog nya di Referensi atau catatan kaki. Cara menyisipkan ada di tool Ms Word.
Lebih bagus jika sempat mengedit ulang dan menambahkan penjelasan/contoh/tambahan informasi. Sudah dipublish di blog? Kenapa tidak, ambil dan bukukan, tapi ingat sumber artikelnya dicantumkan. Ada penulis Kompasiana yang pernah menerbitkan di YPTD, semua naskahnya dari tulisannya di blog Kompasiana... tapi semua tulisannya jelas sumbernya di Kompasiana.
Jika dipandang perlu, silahkan ringkas judul atau perbaiki.

P17 Noormasri Karyawan (Pak Iwan) - Jambi : Seandainya kita membuat sistematika buku dengan kreasi sendiri tanpa kaidah. Apakah boleh?
Apakah boleh saya membuat buku tanpa menambahkan kutipan/refensi, dan isinya adalah hasil pemikiran sendiri.?

Jawab P17
1. Sangat boleh...itu keunikan sendiri.
2. Kenapa tidak. Jika idenya beragam dan tidak terkait satu sama lain, jadikan naskahnya tulisan Bunga Rampai.... Ayo coba dan lanjutkan.

Pertanyaan terakhir Theresia Pangkalpinang : Jika suatu saat kami ingin bertanya, apakah pak Roma berkenan membantu menjelaskan terkait dg tema dari Prof Ekoji?

Jawaban Pamungkas untuk Theresia Pangkalpinang
Dengan senang hati siap melayani, karena saya bisa menulis dan menerbitkan buku karena menerima layanan dari puluhan orang-orang hebat di kegiatan ini. 😊

> Closing Statement

Yakinlah dengan kemampuan teman-teman semua. Pantang mundur dari program ini. Menulislah, tuliskan apa saja dan terbitkan bukumu. Jadilah bagian dari peradaban. Boleh miskin harta dan jabatan, tapi bersiaplah kaya ilmu, kaya teman dan menjadi sejarah lewat program menulis ini. Sekian dari saya. Bongi melo lako kita sola nasang (Selamat malam buat kita semua).

Demikian resume ke-15 ini. 

( Rosjida Ambawani, dari kota kecil Ciamis, Resume Pertemuan ke-15 Kelas Belajar Menulis Nusantara - KBMN  Gelombang 28,  bersama malam gerimis, semangat tak terkikis,  resume sistematis tersaji manis ... )


Jumat, 10 Februari 2023

Mari Kreasi Cerita Fiksi

Bismillahirrohmanirrohiim ...

Memulai mengisi hari tadabburi hati dengan dzikir Ilahi Robbi ikhlasi diri jalani kehidupan ini. Sholawat salam bagi Baginda Nabi hiasi hidup penuntun insani menuju firdausi syurgawi ...

Ini sudah malam ke sepuluh kita berinteraksi, apa kabarmu kini? Apakah motivasi masih menghiasi diri ataukah erupsi erosi yang menghalangi? Mari berkolaborasi mengisi hidup ini dengan banyak hal berarti ...

Pernahkah kita mengingat kalimat seperti ini "Pada zaman dahulu", "Pada suatu hari". Yaa itulah kalimat awal dongeng yang mengantarkan imajinasi kita pada masa kecil melayang bebas. Menyusuri awan-awan putih, menari bersana pelangi, dan terbang diantara bintang gemintang. Setelah kita dewasa jarang sekali membaca cerita fiksi. Padahal cerita fiksi adalah awal pembentukan karakter, sarana rekreasi dan memperkuat intuisi. Ingin mengulang masa kecil bersama??? Yuk kita hadirkan kembali masa kecil dalam cerita fiksi.

Pertemuan ke-10 Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) gelombang 28 membahas "Kiat Menulis Cerita Fiksi" dengan moderator Mr. Bams (Bambang Purwanto, S.Kom.Gr.) dan narasumber Sudomo, S.Pt. yang akrab dengan panggilan Mazmo. 

Mazmo lahir di Sukoharjo Jawa Tengah 48 tahun lalu, seorang Guru IPA SMP Negeri 3 Lingsar , Ketua Komunitas Guru Penggerak Lombok Barat, Penulis Buku 'Di Penghujung Pelukan (Mediakita), 'Pahlawan Antikorupsi: Sudah Adil, Kok!' (Funtastic MnC Gramedia), 'Tim Pencari Pesawat Sederhana' (Penerbit ANDI).

Membaca profil beliau dalam https://s.id/ProfilSudomoSPt, "Jangan Mengenalku, Nanti Kecewa!" sungguh menarik penyajiannya, kata-kata yang disusun bernada melarang pembaca mengetahui lebih jauh bagaimana profilnya tetapi justru malah memancing pembaca untuk mengenal lebih jauh dan lebih dalam lagi ...

Kiat Menulis Cerita Fiksi menggunakan alur MERDEKA, yaitu :

-Mulai dari Diri

- Eksplorasi Konsep

- Ruang Kolaborasi

- Demonstrasi Kontekstual

- Elaborasi Pemahaman

- Aksi Nyata

1. Mulai dari Diri. Mazmo mengajak berbagi berupa cerita singkat tentang pengalaman dalam menulis cerita fiksi, bisa pengalaman mengalami kendala memulai menulis cerita fiksi atau tantangan yang dihadapi saat menulis cerita fiksi, bisa juga mungkin pengalaman telah menerbitkan buku fiksi, atau bisa jadi belum pernah menulis cerita fiksi.

"Menulis cerita fiksi, tak terlintas sedikitpun dibenak saya. Kalau membaca cerita fiksi, itu saya suka. Jaman saya usia SMP, uang jajan lebih sering saya gunakan untuk menyewa novel daripada jajan makanan. Tetapi untuk membuat sendiri cerita fiksi.. hhmm.. tidak pernah terpikirkan sebelumnya" (Alfiyah Hidayatun)

- Mantap, Bu. Semoga setelah kelas ini bisa tertarik menulis cerita fiksi.

"Belum pernah, tetapi sering menceritakan untuk selingan pelajaran di kelas, sesuai budaya lokal"

- Ini juga mantap. Apalagi jika dituliskan, akan lebih mantap lagi.

" Menulis fiksi ...ah....saya kadang mencoba  menulis fiksi dari pengalaman pribadi, teman curhat, dan sebagainya..."   (Milma)

" Dalam menulis fiksi saya belum mempunyai pengalaman sama sekali. tapi saya sangat ingin bisa menulis fiksi pak dan disini saya masih bingung ide seperti apa yang bagus dalam menulis fiksi. dan masih bingung juga bagaimana cara membuat fiksi yang baik." (Imro'atus Sholihah)

"Saya pernah menulis di FB, cerita fiksi. Namun, saya rasa ceritanya kurang renyah. Di tengah-tengah penulisan ceritanya mbulet, alur maju mundur, campur sari🀭.Kejelasan watak tokoh bisa diragukan. Bahasa sepertinya kaku." (Afida dari Sampang.)

- Keren, Bu. Ini merupakan salah satu alasan menulis fiksi, menyembunyikan dan menyembuhkan luka.

"Saya suka baca cerita fiksi, tetapi saya seringnya menulis tentang kejadian nyata yang saya alami.  Lebih mudah mengalir tulisannya kalau saya menuliskan apa yang benar-benar terjadi." (Deasy)

- Semangat belajar, Bu! Insha Allah dengan niat dan komitmen kuat merupakan salah satu cara agar bisa menulis fiksi dengan baik.

"Saya pernah ikut even menulis antologi cerpen dan antologi puisi. Namun belum pernah ikut membuat novel, insha Allah lagi proses." (Farida)

"Menulis fiksi berdasarkan pengalaman nyata yg penulis alami, tapi belum bisa membuat klimak yang baik"

"Pengalaman menulis fiksi ada banyak sekali. Pertama,  susah membuat kalimat pembuka karena baru pemula. Kedua, pengalaman menulis cerpen yang semrawut. Baik di akur cerita dan penempatan tanda bacanya. Tapi menulis fiksi itu asyik seperti bermimpi terbang tinggi diangkasa bersama bidadari cantik." (Rahman Sumenep-Madura)

"Menulis cerita fiksi memang seru meski saya belum lihai memilih diksi. Namun, saya beranikan diri layaknya faksi, fakta tapi dipoles dengan gaya fiksi.

Pengalaman menulis diary dan surat-menyurat masa kanak, remaja hingga kuliah, menjadi modal untuk menulis fiksi. Hanya saja, saya harus meruntuhkan mental block saat mengolah konflik menjadi cerita yang menarik.

Konflik adalah bumbu cerita. Tanpa konflik cerita menjadi hambar.Nah, saya sebagai manusia biasa, tidak suka konflik, lebih menghindari daripada berhadapan. Sebagai pembaca, ausah pasti saya tertarik karena ada konflik dalam aebuah cerita. Sebagai penulis, naaaaah, mengulik konflik adalah pekerjaan rumah yang masih perlu saya asah untuk bisa mencitpakannya dalam sebuah cerita. Eh, padahal hidup kita rame riuh rendah karena ada bumbu konflik begini ya? "

- Tetap semangat, Bu. Ibu bisa kembali mencari referensi tentang outline/kerangka karangan sebagai strategi menulis fiksi agar cerita tetap pada jalurnya.

"Menulis cerita fiksi sangatlah sulit bagi saya. Kesulitan mau memulai dari mana, trus alur ceritanya bagaimana. Karena susah berkhayal berimajinasi akhirnya keinginan menulis fiksi ini masih sekedar cita cita. Beberapa waktu yang lalu sempat tergabung dengan sahabat pena yang berkeinginan menulis buku Antologi fiksi bertemakan Ibu Hebat. Tapi sampai saat ini tulisan itu belum kunjung selesai juga. Bahkan baru dapat satu paragraf. Trus berhenti tidak menemukan ide lagi."

"Saya sangat ingin bisa menulis cerita fiksi, karena membaca dongeng dan komik adalah hobiku sejak SD. Semua buku yang ada disekolah kulahap habis dan ada beberapa cerita yg masih menempel hingga saat ini. Namun selalu ada keraguan untuk mulai menulis, baik itu dalam pemilihan judul, tema dan aturan penulisannya. Sehingga sampai detik ini belum satu ceritapun yang berhasil kutulis." (Azizah Fahmi)

"Saya pernah menulis fiksi, terutama tentang kisah 2 masa lalu yg telah sy alami. Lebih terasa mudah nulisnya karena pernah mengalami sendiri." (Endang dari Bogor)

-Tetap semangat.

- Harus terus menulis serta membaca karya fiksi orang lain untuk memperkaya pemahaman dan keterampilan.

"Tidak seperti kebanyakan orang dalam menulis fiksi khususnya pemula, banyak mengalami hambatan. Tapi tidak dengan aku, karena memang aku belum pernah menulis fiksi apalagi non-fiksi......"

"Begitu sepenggal cerita seseorang nun jauh di sana...ingin rasanya aku menjadikan dia sebagai teman diskusikan, tapi apalah daya tangan tak sampai....."

"Saya tidak pernah membuat cerita fiksi karena ya tidak pernah mencobanya, andaikan dibiasakan atau dilatih membuat ya bisa jadi ada gambaran bahkan bisa jadi saya ahli di bidang ini. Kadang dalam penjelasan materi suka ada penjelasan yang diambil dari cerita fiksi itu. Ya suka juga baca bacaan fiksi buat hiburan."

- Alhamdulillah, Ada jalan untuk memperbaiki kesemerawutan. Konsisten menulis fiksi akan membuat terbiasa."

"Jendela kisahku dimulai saat harus terpisah dengan sang pujaan hati. Hidup merantau hanya dengan anak pertama dan anak kedua yang masih dalam kandungan adalah pengalaman yang tidak terlupakan. Usia kehamilan memasuki 7 bulan ketika aku menempati bilik itu. Hembusan angin malam begitu terasa hingga membuat tubuhku menggigil kedinginan. Kondisi daerah pegunungan dan daerah terpencil membuat diri terisolasi dari dunia luar. Aku tak kuasa menahan bulir putih itu. Yang kian lama semakin membasahi kedua pipiku."

-Selama ada niat dan komitmen memulai dan menyelesaikan tulisan, maka jadilah sebuah cerita fiksi.

"Menulis fiksi berdasarkan pengalaman nyata yg penulis alami, tapi belum bisa membuat klimaks yang baik."  (Moh. Ali Husni-Trenggalek)

"Awal mula saya menulis cerita fiksi adalah ketika saya menulis buku antologi dongeng dan cerpen. Cara yang saya gunakan dengan cara menentukan dulu unsur intrinsiknya; tokoh, latar, penokohan, alur, sudut pandang, dan amanat. Tujuan akhir memberikan amanat/nilai yang berkesan bagi pembaca. Dibumbui konflik pada setiap komplikasinya. Begitu sedikit pengalaman saya." (Lucy)

"Sebenarnya pingin sekali tulis fiksi bernuansa Islami yang bisa membangun pemahaman bagi anak remaja. Kendala yang saya hadapi antara lain belum pernah menulis. Tidak tahu harus mulai dari mana, bagaimana menghadirkan konflik dan sebagainya" (Bu Raihan - Aceh)

- Ada baiknya membuat outline/kerangka karangan terlebih dahulu

"Cerita fiksi. Itu adalah bagian dari mapel yang aku ajarkan. Harusnya aku bisa menulis.  Tetapi ternyata belum sampai sekarang. Aku orangnya suka menulis yang mengarah pada karya ilmiah. Bagiku menulis fiksi sangat sulit. Gak tahu harus memulai dari mana. Benar-benar berat."

- Betul sekali. Bagaimanapun juga salah satu tips menulis cerita fiksi adalah mengambil tema yang kita sukai dan kuasai

- Dari beberapa pengalaman dalam menulis cerita fiksi,yang telah masuk, bisa kita garis bawahi terkait adanya niat/komitmen, outline/kerangka karangan, tema, memulai menulis, dll.

2. Eksplorasi Konsep. Pada alur ini mempelajari secara mandiri materi dalam bentuk cerita pendek, dibaca dan dibuat catatan/pertanyaan terkait materi yang ingin digali lebih dalam lagi. Silakan https://s.id/MateriSudomo

Garis besar materi dari cerita pendek tersebut : alasan mengapa harus menulis cerita fiksi, syarat bisa menulis cerita fiksi, bentuk-bentuk cerita fiksi, unsur-unsur pembangun cerita fiksi, dan tips menulis cerita fiksi.

Dari sebuah cerpen, bisa menyisipkan materi cerita fiksi. 

Istilah-istilah yang wajib diketahui dalam cerita fiksi :

Fiksimini, yaitu fiksi singkat yang hanya terdiri dari beberapa kata saja. 

Contoh fiksimini yang terkenal yaitu  For sale: baby shoes, never worn. (Ernest Hemingway)

Jika diperhatikan, secuil kalimat itu memiliki maknanya luas dan dalam.

Flash fiction, yaitu cerita kilat dengan kekhususan jumlah kata. Biasanya mengandung plot twist.

Unsur pembangun cerita fiksi yang perlu ditambahkan adalah premis. Premis adalah ringkasan cerita dalam satu kalimat.

Contoh premis: Seorang anak yang berjuang melawan penyihir jahat demi kedamaian dunia. Itu adalah premis dari novel Harry Potter. Kekuatan premis adalah mampu menggambarkan novel yang tebal hanya dalam satu kalimat saja. Premis mengandung unsur, yaitu tokoh, tantangan, tujuan tokoh, dan resolusi.

3. Ruang Kolaborasi

Beberapa kalimat dlanjutkan sendiri menjadi satu paragraf :

Perlahan suara-suara itu menghilang. Dalam gulita aku menggigil sendirian. Mendadak bulu kudukku meremang. Terdengar suara di kejauhan. Semakin lama kian mendekat. Tiba-tiba terasa pundakku dipegang. Aku pejamkan mata. Takut, pasrah. Tangan itu lalu memelukku dari belakang, erat. Ditepuk-tepuk pipiku. Aku masih takut, khawatir, ragu. Ini siapa? Orang jahat kah? Orang baik kah?

4. Demonstrasi Kontekstual. 

Pada alur ini menuliskan 5 tema yang paling disukai dan dikuasai, boleh juga tidak dituliskan.

Lima tema yang paling disukai dan dikuasai adalah 

5 | Elaborasi Pemahaman. Pada alur ini pemahaman diperdalam melalui tanya jawab. 

Tanya jawab :

P1 Evridus Mangung, Peserta KBMN 28 : Cerita fiksi adalah cerita yang didominasi oleh daya imajinasi pengarang. Pertanyaan adalah adakah latihan khusus agar daya imajinasi penulis benar-benar bisa bekerja optimal dalam menyusun sebuah karya fiksi?

J1 Pertanyaan yang luar biasa. Saya pribadi tidak pernah melakukan latihan khusus. Latihan khususnya adalah dengan terus konsisten menulis. Konsistensi ini akan membuat seorang penulis terbiasa nyaman menulis dalam kondisi apa pun.

P2 Ibu Umatun dari Magelang : Saya sudah buat cerita tentang ibuku, juga tentang almarhum ayahku, apakah itu juga sdh betul? Saya masih pemula.jadi mohon penjelasan tentang bagaimana tips menulis cerita fiksi.

J2 Tips menulis cerita fiksi, yaitu menumbuhkan niat, menentukan ide dan genre yang disukai dan kuasai, membaca karya fiksi orang lain, membuat kerangka, dan mulailah menulis kemudian menyelesaikannya.

P3 Nanang Musafa', Trenggalek :Saya telah menulis beberapa cerpen dan sebagian sudah saya ikutkan antologi bersama. Pernah ikut tantangan menulis cerpen bergenre rumah tangga, dapat separo dari yg ditargetkan, akhirnya mandeg di tengah jalan. Ketika menulis cerpen seringkali saya melenceng dari keinginan awal. Ketika saya ingin menulis cerpen untuk remaja atau dewasa, eh, melenceng ke cerpen anak. Kok bisa ya 

J3 Banyak yang mengalami hal sama. Itulah pentingnya membuat outline/kerangka karangan dengan tujuan agar tulisan tetap berada di jalurnya. Istilahnya sebagai pengingat bagi kita ketika akan melanggar jalur.

P4 Rinrin Siti Maemunah_Bandung Barat : Bagaimana cara membuat outline?

J4 Berikut penjelasan terkait outline:

- Kerangka disusun berdasarkan unsur-unsur pembangun cerita fiksi

- Menentukan tema agar pembaca mengerti lingkup cerita fiksi kita

- Membuat premis sesuai tema

- Menentukan uraian alur/plot berdasarkan unsur-unsurnya

- Menentukan penokohan kuat berdasarkan jenis dan teknik penggambaran watak tokoh dengan baik

- Menentukan latar/setting dengan menunjukkan sisi eksotis dan detail

- Memilih sudut pandang penceritaan yang unik

P5 Umatun dari Magelang : Saya sudah buat cerita tentang ibuku.juga tentang almarhum ayahku, apakah itu juga sdh betul? Saya masih pemula jadi mohon penjelasan tentang bagaimana tips menulis cerita fiksi. Demonstrasi kontekstual maksudnya bagaimana, Bapak? Mohon penjelasan.

J5 Agar menjadi cerita fiksi, cerita tentang ayah dan ibu bisa ditambahi bumbu penyedap. Jadi kisah nyata menjadi dasar menulis saja. Selanjutnya dikembangkan agar lebih menarik lagi.

Jadi, pada alur belajar ini, Ibu bisa menuliskan 5 tema apa saja yang bisa dijadikan cerita nantinya. Pilihlah tema yang disukai dan kuasai.

P6 Imro'atus Sholihah_ Jombang : Bagaimana kiat mudah membangun alur atau plot cerita fiksi? 

J6. 1. Tentukan dulu jenis alur/plot yang ingin digunakan;

2. Memahami unsur-unsur alur/plot yang meliputi Pengenalan cerita, Awal konflik, Menuju konflik, Konflik memuncak/klimaks, Penyelesaian/ending.

P7 Hesti Anshor_Makassar  : Apakah sebuah kisah nyata boleh difiksikan dan bagaimana prosesnya?

J7 Bisa. Prosesnya sama seperti menulis fiksi pada umumnya. Kisah nyata hanya dijadikan sebagai ide dasar saja. Pengembangan dilakukan dengan menambah bumbu misalnya konflik, tantangan tokoh, dll.

P8 Puspa Wijayanti, Tangerang Selatan

1) Bagaimana menulis fiksi berangkat dari kisah nyata yang apik?

2) Bagaimana membuat / menciptakan karakter tokoh cerita.

Bagaimana bisa membuat masing2 tokoh punya karakter yang kuat?

3) Bagaimana menerapkan POV 1 tanpa ego kita muncul disana?

J8. 1. Kuncinya tambahkan bumbu berupa konflik, hambatan/tantangan yang dihadapi tokoh, ending yang menyentuh, dll;

2. Memberikan penjelasan selangkah demi selangkah terkait detail karakter, sifat, watak dengan metode show don't tell. Kemudian gambarkan tokoh melalui gaya bahasa, lingkungan tokoh, perilaku

3. Kunci menjaga netralitas penulis POV 1 adalah jangan baper. Tempatkan diri sebagai penulis, bukan tokoh.

P9 Hasbi Aprizal dari Kab. Sukabumi

Pertanyaanya... Di dalam membuat cerita fiksi akan selalu ada dialog bagaimana kiat sukses membuat dialog yang menarik, terkadang suka disisipi dengan tanda baca, agar pembaca bersemangat melanjutkan bacaannya?

J9. Kuncinya adalah buatlah dialog yang 'hidup'. Ciri-ciri dialog yang hidup itu tidak kaku, sesuai setting tempat cerita, dan ada aktivitas tokoh menyertai dialog.

P10 Rosjida Ambawani dari Ciamis.

1. Bolehkah dalam 1 cerita fiksi menggunakan kombinasi jenis alur/plotnya? Misal saat awal cerita menggunakan alur mundur (flashback) lalu menggunakan alur maju?

2. Apa syarat atau ketentuan Premis? Dan di cerita fiksi ditempatkan di bawah judul?

J10. 1. Boleh

2. Syarat premis memenuhi unsur-unsur, yaitu tokoh, tujuan tokoh, tantangan, dan resolusi. Tidak perlu dituliskan di bawah judul. Premis adalah garis besar cerita yang akan tulis.

Pertanyaan lain boleh dituliskan di kolom komentar https://s.id/MateriSudomo

Lanjutan Kiat Menulis Cerita Fiksi :

6 | Koneksi Antarmateri. Pada alur belajar ini, menuliskan kesimpulan dari materi belajar malam ini di dalam resume.

 7 | Aksi Nyata. Alur belajar ini, yaitu terkait dengan penerapan materi malam ini dalam bentuk tulisan, yaitu resume hasil belajar di blog masing-masing. Bentuk resume bebas. 

Materi lebih lengkap ada di channel Youtube  di https://youtu.be/dXX9RWxT_u8

Demikian materi lengkap Kiat menulis Cerita Fiksi.


(Rosjida Ambawani, kota kecil Ciamis, Resume Pertemuan ke-10 Kelas Belajar Menulis Nusantara - KBMN - Gelombang 28, detik demi detik terus berganti, tinggalkan mimpi di belakang hari, mari menuju hakikat diri yang penuh arti ...")



 

Rabu, 08 Februari 2023

Mari Konstruksi Buku Nonfiksi

Bismillahirrahmanirrahim ...

Tiada hidup dan kehidupan berarti tanpa Sang Maha Pemberi, puji syukur kehadirat Ilahi Robbi. Shalawat serta salam kepada Baginda Nabi penerang dan tauladan hidup ini.

Malam ke empat belas malam ini. Mari kita bergegas jangan bermalas hati. Waktu terus berganti tak pernah henti. Resume tlah menanti 'tuk dikreasi ...

Pertemuan ke-14 Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) gelombang 28 membahas "Konsep Buku Nonfiksi" dengan moderator Yandri Novita Sari, S.Pd. dan narasumber Musiin, M.Pd.

Moderator Yandri Novita Sari, S.Pd. berasal dari Sumatera Barat tepatnya di Kabupaten Pesisir Selatan dengan panorama pantai di sepanjang jalan.

Narasumber Ibu Musiin, M.Pd. akrab dipanggil Bu Iin merupakan guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan Kediri kelahiran Kota Tahu Takwa Kediri. Bu Iin juga merupakan peserta KBMN gelombang 8 yang berhasil duet dengan Prof. Eko Indrajit, karya buku mayor beliau berjudul "Literasi Digital Nusantara Meningkatkan Daya Saing Generasi Muda Melalui Literasi." Selain menjadi penulis, beliau juga Founder Organisasi Swadaya Masyarakat YAPSI dan juga Founder PT In Jaya. Kemudian juga tidak kalah hebatnya,  alumni IKIP Negeri Malang ini juga berhasil menempuh Short Course di SEAMEO RELC di Singapura pada tahun 2015.

Penyemangat awal Bu Iin untuk menulis :

Imam Ghazali : "Jika kau bukan anak raja, juga bukan ulama besar, maka menulislah"

Bu Iin tersemangati dengan perkataan/nasihat  Om Jay bahwa, "Tidak ada yang tidak mungkin" dan “Menulislah setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi.” serta ucapan Prof Rhenaldi Kasali, "Kalau kita berpikir secara Opportunity Based, kita akan  selalu yakin ada pintu di tengah tembok rintangan."

Hal ini menjadikan bu Iin berhasil mengalahkan ketakutan dari diri sendiri, yaitu takut tidak ada yang membaca, takut ssalah dalam menyampaikan pendapat melalui tulisan, merasa karya orang lain lebih bagus. 

Pada akhirnya ketakutan itu berhasil diatasi dan mendorong untuk segera melakukan  aksi nyata menghasilkan puluhan buku dan berhasil menaklukkan tantangan menulis Prof Eko dengan buku berjudul "Literasi Digital Nusantara, Meningkatkan Daya Saing Generasi" dipajang di toko buku besar dan terkenal secara online maupun offline. 

PENGERTIAN TULISAN NONFIKSI

JENIS-JENIS TULISAN NONFIKSI

1. Biografi
2. Esai
3. Makalah
4. Artikel
5. Karya Tulis Ilmiah
6. Buku Nonfiksi

POLA PENULISAN BUKU NONFIKSI

1. Pola Hierarkis 
- Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit
- Contoh: Buku Pelajaran

2. Pola Prosedural 
- Buku disusun berdasarkan urutan proses.
- Contoh: Buku Panduan

3. Pola Klaster 
- Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. 
- Contoh : buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara

PROSES PENULISAN BUKU FIKSI 

1. Pratulis
2. Menulis Draf
3. Merevisi Draf
4. Menyunting Naskah
5. Menerbitkan

Langkah Pertama
 (1) Pratulis

- Menentukan tema
   (Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll.)
- Menemukan ide
- Merencanakan jenis tulisan
- Mengumpulkan bahan tulisan
- Bertukar pikiran
- Menyusun daftar
- Melakukan riset
- Membuat mind mapping
- Menyusun kerangka

Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya 
1. Pengalaman pribadi
2. Pengalaman orang lain
3. Berita di media massa
4. Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
5. Imajinasi
6. Mengamati lingkungan
7. Perenungan
8. Membaca buku
9. Survei
10. Wawancara

Agar bisa menulis dengan bagus, maka harus banyak membaca dan mengupdate pengetahuan.

Langkah kedua
(2) Menulis Draft yaitu
- Menuangkan konsep tulisan menjadi tulisan, dengan prinsip bebas
- Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih kepada bagaimana ide dituliskan

REFERENSI MENULIS BUKU

Referensi penulisan buku bisa dari sumber berikut ini
1 . Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
2. Keterampilan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
3. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini ;
4. Penemuan yang telah didapatkan.
5. Pemikiran yang telah direnungkan

MEMBUAT KERANGKA/OUTLINE

Contok kerangka "Literasi Digital Nusantara, Meningkatkan Daya Saing Generasi"

BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
A. Pembagian Generasi Pengguna Internet
B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet
BAB 2 Media Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di Media Sosial
BAB 3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital pada Lintas Generasi
H. Kewargaan Digital

BAB 4 Ekosistem Literasi Digital di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat
BAB 5 Literasi Digital untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital di Indonesia
B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset di Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet 

REFERENSI DALAM MEMBUAT KERANGKA ISI BUKU 

Yulius Roma Patandean 
di Channel  https://www.youtube.com/watch?v=eePQwyHAcjw&feature=youtu.be
Ini menjadikan tulisan menjadi rapi dan tertata sejak awal, daftar isi, kutipan, indeks dan daftar pustaka tertata secara otomatis.

ANATOMI BUKU NON FIKSI

1. Halaman Judul
2. Halaman Persembahan (opsional)
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Kata Pengantar (opsional, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman Prakata
6. Halaman Ucapan Terima Kasih (opsional)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (opsional)
9. Halaman Glosarium
10. Halaman Daftar Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman tentang Penulis

Langkah ketiga
(3) Merevisi Draft
- Merevisi Sistematika / Struktur Tulisan dan Penyajian
- Memeriksa gambaran besar dari naskah

Langkah keempat
(4) Menyunting Naskah

Merevisi naskah termasuk melakukan proofreading

TRENDING TOPIK
Yang termasuk trending topik dan bisa dijadikan bahan tulisan adalah

Untuk mengetahu suatu topik menarik atau tidak, bisa mengecek di Google Trends.
Jika dalam hasil penelusuran tinggi berarti jika menulis dengan topik tersebut akan diminati
Trend antar topik dapat dibandingkan di google trends.
Jadi aplikasi Google Trends dapat digunakan sebelum menulis.
RENCANA TINDAK LANJUT dari pembelajaran malam ini :
https://padlet.com/musiinmusin/tindak-lanjut-nuibt37ljyl29l0x


TANYA JAWAB :

 P1. Nurmiati Temanggung : Bagaimana menemukan ide buku dengan tema yang uptodate dan bisa menyelesaikan dalam waktu singkat sehingga ketika buku terbit maka temanya sudah tidak out of date?

J1. Tema yang update bisa diperoleh dengan banyak membaca, melihat konten-konten atau bisa juga dengan melakukan pengamatan. Jika kita sering melakukan ini, maka naluri penulis akan terasah. Seorang wartawan dengan jam terbang yang tinggi, kualitas tulisannya pasti bagus. Ingat dengan mantra Om Jay "Menulislah setiap hari". Untuk bisa menulis setiap hari, pasti harus ada bahan yang ditulis. Ini akan mendorong kita untuk kreatif mencari ide.

P2. Candra dari Jakarta 
1. Di mana letak kesulitan  ketika membuat buku fiksi dan Nonfiksi
2. Dalam buku non fiksi berapa idealnya kita menyiapkan daftar pustaka nya sebagai referensi buku kita

J2. 1. Tidak setiap orang mempunyai keahlian dalam menulis fiksi dan begitu sebaliknya, tidak semua orang bisa menulis buku nonfiksi. Bagi saya yang tidak memiliki jiwa seni, sulit sekali menuangkan kata-kata yang indah menjadi sebuah cerpen atau novel. Saya kira kesulitan yang dialami relatif tidak sama.
2. Tidak ada patokan untuk jumlah daftar pustaka untuk sebuah buku nonfiksi, tergantung data yang kita butuhkan. Semakin lengkap data pendukung kita dan dari sumber terpercaya, semakin bagus kualitas tulisan kita.

P3. E. Kanserita Henny Anggorowati - Jakarta : Pada dasarnya saya pribadi punya segudang cerita non-fiksi, namun, saya merasa kesulitan ketika akan memulai menuliskan kisah-kisah tersebut, seperti halnya, menuliskan judul yang menarik, lalu mau dimulai dari mana? Itu menjadi kendala buat saya, yang notabene baru pertama kali belajar menulis, benar' nol, tapi setiap kali hasrat untuk menulis itu terus ada, mohon masukannya.

J3. Jangan bersedih, ibu tidak sendiri mengalami hal seperti itu.
Prof Eko pernah memberikan link materi di you tube, kiat memilih judul yang menarik. Pokoknya kalau itu anti mainstream pasti menarik untuk dilirik pembaca. Judul itu harus selalu wow dan menarik untuk dieksplore. Mulailah dengan menulis, menulis, dan menulis. Besok dengan Pak Yulius, ibu akan diajari cara menulis mulai dari cover sampai daftar pustaka, dan itu akan tertata secara otomatis. Ibu tinggal menginvetaris dulu, bisa berupa mind map. setelah itu tinggal mengembangkan. Anggap saja ibu berbicara dan diwujudkan dalam bentuk tulisan. Mengalir saja tanpa perlu kesempurnaan.

P4. Rosjida Ambawani - Ciamis : Dalam menulis buku non fiksi, jika mengutip kutipan dari suatu referensi, apakah ada batasan maksimal kata agar tidak dikategorikan plagiat?
Dan apa aplikasi untuk mengecek "keplagiatan" dan bgmn cara menggunakan aplikasi tersebut.

J4. Aturan dalam pengutipan sangat sederhana sekali, apabila seseorang mengutip dari suatu sumber maka sertakanlah sumber aslinya. Kutipan langsung tidak dapat dilakukan untuk satu halaman penuh. Sebaiknya kutipan langsung berisi beberapa paragraf saja. Dalam mengutip selalu sertakan sumbernya. Aplikasi untuk mengecek level plagiat banyak sekali, salah satunya plagiarisme checker. Ibu bisa memasukkan file , dan akan muncul level plagiat.
https://www.easybib.com/grammar-and-plagiarism/plagiarism-checker/

P5. HR.Utami_UPGRIS : Apakah menulis buku semi ilmiah dalam waktu singkat, tanpa didahului riset dapat dijamin validitasnya? Saya sempat berpikir, semua pengetahuan  (dari buku, media, atau pengalaman) diresume ya, Bu. Kemudian ditulis dengan bahasa kita, begitu Ibu?

J5. Seperti yang saya sampaikan di awal, bahwa tulisan nonfiksi adalah tulisan yang berdasrkan data dan fakta. Dalam menggunakan sumber tulisan, kita harus teliti dan cerdas dalam menguji validitasnya. Kita bisa membandingkan berbagai sumber dan menentukan yang terbaik. Tulisan kita adalah tanggung jawab kita.

P6. Sri Mulyati Cirebon : Skripsi atau tesis adalah karya kita yang sesuai realita di lapangan, Apakah skripsi atau tesis kita bisa d jadikan buku non-fiksi? bagaimana caranya?

J6. Untuk penulisan buku dari karya ilmiah, bisa dilihat kembali di pertemuan ke-4 dengan tema  Menulis Buku dari karya Ilmiah.

P7. Endang Ratna Juwira Bogor 
1.Berapa banyak refrensi yang harus kita baca untuk bisa menjadi sebuah buku?
2.Bila ditengah penulisan buku kita merasa blank atau hilang ide apa yg harus kita lakukan?

J7. 1. Jumlah referensi yang harus kita baca tergantung kebutuhan. Semakin banyak semakin baik, karena tulisan kita semakin berkualitas.
2. Bagaimana cara mengatasi writer's block? Jawabannya kembali ke diri kita sesuai karakteristik kita. Ibu bisa jalan-jalan, membaca, atau browsing media sosial. Hal-hal seperti itu akan menstimulus ide kita. Dengan belanja bahan, kita akan mampu menulis.

P8. Samsinar Sambo Jakarta : Sebelum membuat tulisan kita membuat draft terlebih dahulu. Mohon tips membuat draft yang baik.

J8. Sebelum membuat draft, bahan-bahan yang dibutuhkan kita kumpulkan terlebih dahulu. Bahan-bahan itu bisa berupa tulisan, dan hasil diskusi. Setelah itu baru membuat draft. Draft bisa dalam bentuk mind map atau berupa diagram. Semakin rinci draft kita, semakin mudah kita menulis. Draft diibaratkan sebagai kompas yang akan menuntun penulis.

Demikian materi " Konsep Buku Nonfiksi" sebagai gambaran dalam membuat buku solo nonfiksi.

"Tiap kesempatan yang diambil adalah sebuah kesempatan untuk menang.
Kesempatan yang kecil seringkali merupakan permulaan kepada usaha yang besar"
"Mari kita mulai menulis dan jangan pulang sebelum menang. Bapak ibu sudah di tengah jalan, segera ambil piala kemenangan"  (Musiin, M.Pd)

(Rosjida Ambawani, kota kecil Ciamis, Resume Pertemuan ke-14 Kelas Belajar Menulis Nusantara - KBMN - Gelombang 28, malam ini telah larut, langkahku tak surut, maju terlecut pantang ciut ..."








 

MARI BERPANTUN SANTUN

Bismillahirrahmanirrahim ...

Pada-Mu ya Allah kami berserah  tak kenal lelah berdzikrullah. Sholawat salam tercurah kepada junjungan Rasulullah uswatun hasanah ...

Bulan Juni bermalam di Padang Sidempuan

Jangan lupa rasakan salaknya

Malam ini malam ke tiga belas kawan

Jangan lupa kumpulkan resumenya

Pertemuan ke-13 Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) gelombang 28 membahas "Kaidah Pantun" dengan moderator Da'il Ma'ruf, M.Pd. yang biasa dipanggil Damar  dan narasumber Miftahul Hadi, S.Pd.

Profil narasumber malam ini :


dengan karya tulisan

dan banyak buku antologi pantun lainnya

APA ITU PANTUN?

Pantun termasuk puisi lama yang terdiri dari empat baris atau rangkap, dua baris pertama disebut dengan pembayang atau sampiran, dan dua baris kedua disebut dengan maksud atau isi (Yunos, 1966; Bakar 2020).

Pantun menurut Renward Branstetter (Suseno, 2006; Setyadiharja, 2018; Setyadiharja, 2020) berasal dari kata "Pan" yang merujuk pada sifat sopan. Dan kata "Tun" yang merujuk pada sifat santun. Kata "Tun" dapat diartikan juga sebagai pepatah dan peribahasa (Hussain, 2019)

Tuntun (Pampanga): teratur, Tonton (Tagalog): mengucapkan sesuatu dengan susunan yang teratur, Tuntun (Jawa Kuno): benang, Atuntun: teratur, Matuntun: pemimpin, Panton (Bisaya): mendidik, Pantun (Toba); kesopanan atau kehormatan (Hussain, 2019)

Pantun berasal dari akar kata "Tun" yang bermakna "baris" atau "deret" Asal kata Pantun dalam masyarakat Melayu-Minangkabau diartikan sebagai "Panutun", oleh masyarakat Riau disebut dengan "Tunjuk Ajar" yang berkaitan dengan etika (Mu'jizah, 2019)

CIRI-CIRI PANTUN

-Satu bait terdiri atas empat baris
-Satu baris terdiri atas empat sampai lima kata
-Satu baris terdiri atas delapan sampai dua belas suku kata 
-Bersajak a-b-a-b
-Baris pertama dan kedua disebut sampiran atau pembayang
-Baris ketiga dan keempat disebut isi atau maksud

PERSAJAKAN DAN RIMA DALAM PANTUN
1. Rima akhir
Pohon nangka dililit benalu,
Benalu runtuhkan batu bata,
Mari kita waspada selalu,
Virus corona di sekitar kita.

2. Rima tengah dan akhir
Susun sejajar bungalah bakung,
Terbang menepi si burung elang,
Merdeka belajar marilah dukung,
Wujud mimpi Indonesia cemerlang.

3. Rima awal, tengah dan akhir
Jangan dipetik si daun sirih,
Jika tidak dengan gagangnya,
Jangan diusik orang berkasih,
Jika tidak dengan sayangnya.

4. Rima lengkap
Bagai patah tak tumbuh lagi,
Rebah sudah selasih di taman,
Bagai sudah tak suluh lagi,
Patah sudah kasih idaman.

JENIS-JENIS PANTUN

Ada beragam jenis pantun yang dapat dikategorikan dalam berbagai kelompok, mulai dari pantun anak-anak hingga pantun orang tua. Ada pantun bersukacita hingga berdukacita. 

1. Jenis pantun anak-anak, terdiri dari: pantun bersukacita, pantun berdukacita

2. Jenis pantun orang muda, terdiri dari: pantun jenaka, pantun dagang atau nasib, dan pantun muda (pantun berkenalan, berkasih-kasihan, berceraian, beriba hati)

3. Jenis pantun orang tua, terdiri dari: pantun nasihat, pantun adat, pantun agama

CARA MUDAH MEMBUAT PANTUN

Kita  dapat membuat pantun dengan mudah ketika telah memahami cara membuat pantun yang baik dan benar yaitu :
1. Memahami kaidah/ciri pantun
2. Menguasai perbendaharaan kata
3. Menulis isi pantun terlebih dahulu (baris ketiga dan keempat) yang selaras dengan tema pantun
4. Membuat kalimat sampiran (baris pertama dan kedua)
5. Menyusun/menggabungkan bagian sampiran dan isi menjadi pantun

KEGUNAAN PANTUN
Untuk menyatakan perasaan, komunikasi sehari-hari, sambutan dalam pidato, perkenalan, berceramah atau dakwah, dan lain-lain

PERAN PANTUN 
Pantun memiliki peran dalam memelihara bahasa, menjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berpikir.
Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar.
Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat.
Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berfikir dan bermain-main dengan kata.
Secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.

PERBEDAAN PANTUN DENGAN KARYA SASTRA LAIN


PANTUN MERDEKA BELAJAR

Bugenvil mekar bagaikan pengantin
Barisan cendawan memanis atraktif
Profil pelajar rahmatan lil alamin 
berkeadaban teladan dinamis inovatif 

Demikian resume pertemuan ke-13 ini.
Mari Berpantun Santun
  
(  Rosjida Ambawani, dari kota kecil Ciamis, Resume Pertemuan ke-13 Kelas Belajar Menulis Nusantara - KBMN - Gelombang 28  hari terus berganti, ilmu menulis makin terpatri, terus maju tanpa tetapi, rintangan hadir 'tuk dihadapi ... )




Sabtu, 04 Februari 2023

Mari Proofreading Sebelum Tulisan Launching


Bismillahirrahmanirrahiim ...

Segala puji bagi Sang Maha Rahim. Sholawat dan salam takzim kepada Baginda Rosul tauladan utama bermukim.

Ini adalah malam ke dua belas kita bercengkerama, menimba ilmu tanpa koma, bersama seirama menggema...

Pertemuan ke-12 Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) gelombang 28 membahas "Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan " dengan moderator Helwiyah, S.Pd., M.M.yang biasa dipanggil Ewi dan narasumber Susanto, S.Pd.

Moderator Bu Ewi menyapa dengan rangkaian kata 

Bunga sekuntum mekar berseri,
Disunting gadis dari Betawi,
Assalamualaikum pegiat literasi,
Salam jumpa dengan Bu Ewi ...

Semoga malam ini menjadi malam yang menginspirasi untuk memotivasi diri mewujudkan  mimpi menjadi penulis sejati ...

Bagi pemikir, buah fikirnya hanya akan bersemayam dalam fikiran jika tak diucapkan dan ditulis 
Bagi pembicara, pembicaraannya hanya akan menguap lewat suara bila tak dituliskan
Bagi penulis , tulisannya akan tersimpan dalam catatan jika tak dipublikasikan.
Bagi penulis media, tulisnnya akan tertimpa materi tulisan lain jika tak dibukukan

Maka ucapkan dan tuliskan yang ada dalam fikiran.
Publikasikan dan bukukan apa yang sudah ditulis agar banyak orang yang dapat membacanya.
Abadi dalam bentuk  kumpulan buah fikiran yang tertulis dan tersusun rapi dalam sebuah buku.

 Profil narasumber malam ini adalah

Susanto, S.Pd. yang akrab dipanggil Pak De Susanto lahir di Gombong Kebumen pada tanggal 29 Juni. Tahun ini genap usia beliau yang ke-50. Bekerja sebagai pendidik di SDN Mardiharjo, Kecamatan Purwodadi, Kab. Musi Rawas sejak tahun 2017. Sebelumnya pernah menjabat sebagai kepala SDN 2 Selangit (2008-2012), SDN Purwodadi (2012-2013), dan SDN Rejosari (2013-2017). Tahun 1993 menjadi guru muda di SDN 1 Batu Kucing (Musi Rawas Utara) sampai dengan tahun 2006. Tahun 2006 mutasi ke SDN Padang Lalang.

Riwayat pendidikan beliau yaitu pernah belajar di SDN Srampadan Gombong (1983), SMPN 2 Gombong (1986), SPGN Kebumen (1989), D2 PGSD UNS (1992), STKIP PGRI Lubuklinggau (2006), UT UPBJJ Palembang (2017).

 Untuk mengenal lebih jauh, bisa melalui  salah satu tulisan di blog beliau, tulisan yang renyah dan  sarat makna di https://blogsusanto.com/kalimatmu-kepanjangan/

Kalimat-kalimat di dalamnya mengalir enak dibaca dan memudahkan pemahaman tentang apa yang disampaikan.

Dan buku resume yang diterbitkan Pak Susanto, S.Pd. yang akrab disapa Pak D dalam rangka mendapatkan sertifikat pelatihan KBMN gelombang 15


Jika ingin mengetahui apa, mengapa, bagaimana proofreading, saya mengambil satu di antara resume yang saya dokumentasikan yaitu blog pak Ahmad Fatch sebagai rujukan

https://ahmadfatch.blogspot.com/2022/09/belajar-cara-menulis-pgri-gelombang-ke_19.html?m=0

> Pengertian Proofreading

Proofreading adalah membaca ulang kembali untuk memeriksa sebuah penulisan untuk mengetahui apakah ada yang salah atau tidak sebelum tulisan itu di publikasikan/diterbitkan atau dibukukan. Proofreading sangat berguna untuk meminimalisir kesalahan pada saat kita menulis di suatu media yang akan kita publikasikan atau cetak dalam bentuk buku.



> Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Proofreading  

Tugas seorang proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca. Seorang proofreader juga harus bisa memastikan bahwa tulisan yang sedang ia baca bisa diterima logika dan dipahami. untuk itu harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

Apakah sebuah kalimat efektif atau tidak?

Susunannya sudah tepat atau belum?

Substansi sebuah tulisan dapat dipahami oleh pembaca atau tidak?

> Mengapa harus melakukan proofreading?

Karena untuk meminimalisir kesalahan dalam penulisan, untuk itu Proofreading merupakan tahapan penulisan yang sebaiknya tidak kita lewatkan. Terutama jika kita berniat untuk menerbitkan karya tulisan kepada khalayak luas atau mempublikasikan, contohnya menulis di kompasiana.com atau di blog pribadi



 > Kapan kita melakukan proofreading?

Melakukan proofreading beberapa saat setelah selesai menulis. menurut Bapak Padil (Supadilah) "Jangan terburu-buru mengirimkan artikel. Kita melihat kembali (review) tulisan adalah hal bijaksana yang harus dilakukan. Penggunaan bahasa baku dan tidak baku serta aturan teknis berkaitan dengan ejaan perlu diperhatikan".

Memeriksa tulisan dilakukan setelah tulisan selesai, bukan ketika kita sedang melakukan penulisan/tulisan masih jalan separuh atau baru dua paragraf, dan sebagainya. Bertindaklah sebagai seorang “calon pembaca”.

 > Langkah dalam melakukan proofreading

Merevisi draf awal teks. Membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan, atau menghapus seluruh bagian.

Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa, dan kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.

Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Memperbaiki kalimat kalimat yang ambigu.

Mengecek ejaan. Ejaan yang kita tulis harus merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit.

Konsistensi nama dan ketentuannya

Perhatikan judul Bab dan penomorannya  

Alat yang digunakan untuk membantu kita melakukan proofreading, tentu saja KBBI dan PUEBI yang sejak 16 Agustus 2022 diganti dengan EYD

Ketetapan itu merujuk pada Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek Nomor 0424/I/BS.00.01/2022 tentang Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

Ada beberapa perubahan misalnya:

Perubahan kaidah, yaitu pengkhususan penulisan bentuk terikat maha- untuk kata yang berkaitan dengan Tuhan.

Pada ejaan sebelumnya, aturan penulisan kata terikat maha- ada yang dipisah dan digabung sesuai syarat dan ketentuannya.

Sementara pada EYD edisi V, aturan penulisan kata terikat maha- dengan kata dasar atau kata berimbuhan yang mengacu pada nama atau sifat Tuhan, semua ditulis terpisah dengan huruf awal kapital sebagai pengkhususan.

Contohnya: Yang Maha Esa, Yang Maha Pengasih, Tuhan Yang Maha Pengampun.
Aturan penggunaan tanda baca, sepertinya tidak ada perubahan

Laman:  https://ejaan.kemdikbud.go.id/  berdampingan dengan KBBI untuk melakukan proofreading tulisan kita.

> Hal-hal yang harus dihindari dalam penulisan
Hindari kesalahan kecil yang tidak perlu misalnya typo atau kesalahan penulisan kata dan penyingkatan kata. 
Hindari memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya.

> Tantangan Proofreading

Contoh paragraf dari laman kompasiana, tangkapan layar dilakukan baru saja, untuk Anda perbaiki. Lalu, kirimkan, jika banyak yang benar, akan diundi dan mendapat hadiah buku, di dalamnya ada tips menulis dialog dalam tulisan fiksi seperti cerpen. Bukunya karya bersama para blogger sebagai berikut.

Ini materi yang jika Bapak dan Ibu berkenan melakukan proofreading, kirimkan kepada saya file word-nya. Font TNR, Arial, atau Tahoma, lebih saya sukai. Nanti saya salin ke Notepad lalu ke Word, dan saya periksa, mohon disertai nama 

Sesi Tanya Jawab
Saya Evridus Mangung - Peserta KBMN 21. 
P1. Apa bisa dibenarkan menulis sebuah kalimat tanpa mengulangi subjeknya. Misalnya: Lelaki ditemani senja. Menatap mega tanpa kata.
- Didalam pemaparan tentang gambar swasunting disebutkan salah satu aplikasi atau editing tools. Jujur, saya baru mendengar aplikasi ini. Pertanyaan saya, apakah aplikasi ini bisa didownloload? Jika ya, bolehkah dishare linknya atau apakah ada di playstore? Terima kasih.

J1. Untuk puisi, tiada salahnya, Bapak. Untuk esai, masukkan ke dalam kalimat majemuk.
- Satu di antara 'tools' itu adalah Google Docs

"Temukan dan Perbaiki Typo dengan Mudah"
https://www.youtube.com/watch?v=tZZgrv5-JXo

Hemingway Editor: A Proofreading Tool for Writers
https://www.techtoolsforwriters.com/hemingway-app-a-proofreading-tool-for-writers/

P2 Imro'atus Sholihah _ Jombang Jatim
Selama ini mungkin kita lebih akrab dengan kata editing.
Apa perbedaannya dengan Proofreading?
Kemudian lebih penting mana antara editing atau proofreading?
Setahu saya di sebuah buku yang dituliskan adalah editor bukan Proofreader.

P3 Ada tulisan ilmiah dan non-ilmiah, ada fiksi dan non-fiksi
Bagaimana melakukan proofreading terhadap tulisan tersebut yang tentunya berbeda?

J2 Benar di buku yang ditulis adalah Editor, bukan proofreader. Tentu dengan alasan ya, Bu.
Saya kutip dari laman uptbahasa.untan.ac.id
Proofreading adalah proses peninjauan kembali sebuah teks dilihat dari aspek kebahasaan dan penulisannya. Tujuannya adalah guna mengecek kembali bahwa teks atau esai yang akan diserahkan sudah bebas dari kesalahan pengetikan (typo), kesalahan ejaan, kesalahan grammar, atau kesalaha-kesalahan mendasar lainnya.
Editing, orangnya disebut editor, memeriksa lebih dari itu. Untuk penerbit Mayor, semoga saya tidak salah, Editor menyesuaikan dengan misi perusahaan penerbitan, standar tulisan. Proofreader melakukan uji baca pada ttulisan.
Kembali mengutip laman uptbahasa.untan.ac.id  >> dibeberapa jurnal, mereka mewajibkan para penulis untuk mem-proofread artikel mereka terlebih dahulu sebelum dikirim ke editor

J3 Buku nonfiksi yang padat dan bersifat teknis, akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengoreksi daripada yang lain (fiksi). Namun, pada fiksi yang sarat dengan dialog tentu ada aturan-aturan bagaimana menulis dialog dengan tanda baca yang benar. Ini ada dalam buku yang hendak saya jadikan GA. Atau sementara kunjungi laman berikut
https://blogsusanto.com/belajar-langsung-praktik-menulis-cerpen-bagian-3-narasi-dan-dialog/

P4 Toto - Kota Bekasi :Salah satu "tugas" Proofreading adalah memastikan tulisan itu "bisa diterima logika dan dipahami".
Permasalahannya, jika kita melakukan proofreading atas tulisan kita sendiri, pastinya kita merasa semua sudah logis dan dapat difahami. Bagaimana menyiasati permasalahan ini? 

J4 Untuk Pak Toto : Permasalahannya, jika kita melakukan proofreading atas tulisan kita sendiri, pastinya kita merasa semua sudah logis dan dapat difahami. Tidak akan terjadi, jika tulisan diendapkan dahulu.  Jika cara itu juga kita merasa seperti itu (semoga bukan karena egois ya he he he, berikan kepada orang lain, meminta orang lain untuk membaca). Analoginya, pemain bola akan fokus dan merasa sudah benar menggiring serta menendang ke arah yang benar. Nyatanya, penonton di tribun kayak lebih tahu harus ke mana tuh bola ditendang

P5 Wi Agung Gunung Kidul : Editor dan proofreader apakah sama?  
J5 Pada saat tertentu sama, namun sebenarnya berbeda, seperti yang saya jelaskan di atas.

P6 Ari Susanah dr SMPN 5 Tambun Selatan : Apakah proofreading ini sesuatu tahapan wajib setelah kita melalui tahap editorial? Bukannya di layar komputer itu susah ada tanda jika tulisan kita tidak sesuai KBBI 

J6 Jawabnya, Iya. Kita menulis laptop menggunakan keyboard, di tablet atau hape pun menggunakan keyboard. Mungkin KBBI-nya tepat akan tetapi, karena tanpa sengaja tombol tertentu, misalnya spasi, ikut tersentuh, melompat satu huruf dong. Misalnya begitu.
Misalnya jika bahasa Inggris menggunakan Grammarly

P7 Astri dari Bekasi : Kapan melakukan proofreading? Apakah pada saat menulis baru satu paragraf atau setelah tulisan selesai?  

J7 Jangan sekali-kali melakukan proofreading ketika tulisan belim selesai atau belum jadi hingga paragraf berakhir

P8 HR. Utami - Semarang : Mohon penjelasan, apakah urutan prosesnya begini: writing, swasunting (mengedit sendiri), editing, proofreading, cetak/ke penerbit, publishing? Atau apakah setelah proses proofreading kembali lagi ke penulis, kemudian langsung ke penerbit atau setelah proses revisi dari penulis langsung ke penerbit dan publish?
Kalau boleh tahu berapa tarif profreader, naskah seperti apa yang memerlukan proses ini, dalam arti yang profesional (misalnya untuk published di jurnal internasional?

J8 Proses proofreading tentu sebelum naik cetak ya. Coba saja, nanti jika buku kita akan naik cetak, naskah akan diberikan kepada penulis kembali.
Tentang biaya, tergantung ya Bu. Ibu bisa browsing. Contohnya ini, mungkin sudah naik harganya. Dari laman yang sudah saya kutip sebelumnya, silakan gulung ke atas.


Ini contoh pengalaman seorang penulis :
 https://yoriyuliandra.com/site/2019/07/11/pengalaman-menggunakan-proofreading-online-berbayar/

P9 Hesti A-MAkassar
Untuk tugas tersebut apa hanya memberi tanda baca atau boleh merubah tulisannya,.manambah atau mengurangi. Terima kasih.

J9 Maksudnya mungkin proofreader?
Intinya, agar tulisan mudah dipahami oleh pembaca, Bu. Jika salah meletakkan tanda baca, ya diperbaiki. Jika strukturnya keliru, konfirmasi dengan penulis: "Apa yang Anda maksud dengan tulisan ini, Besty?"

P10 Farida Lisanti - Musi Rawas : Selain typo adakah ciri-ciri lain kalimat tidak efektif sehingga tulisan kita renyah dibaca? 

J10 Hindari kesalahan minor yang "mengganggu" kenyamanan pembaca.
Pedomani EYD untk penggunaan tanda baca dan tentu saja kosa kata. Kalau kalimatnya muter-muter dengan kosa kata yang itu-itu saja, ya bosenin dan membuat kalimat tidak efektif.

P11 Indah Ratna - Banjarnegara : Untuk melakukan proofreading apa bisa kita lakukan seorang diri? Misal resume mengikuti pelatihan menulis ini pak. Karena kadang saya merasa diburu dengan waktu agar bisa segera kirim resume. Biar sudah plong kalau sudah ngirim,  sehingga kadang saya tidak pernah mengendapkan dulu, tapi lamgsung kirim. Nah kira-kira apa trik yang efisien agar tulisan kita cepat terkoreksi dan cepat bisa dikirim

J11 Untuk kepentingan pengiriman resume, kadang diburu oleh waktu. Namun, sesudahnya bisa diedit kembali atau diperbarui kok tulisan di blog. Kita bicara lebih banyak untuk tulisan lain selain tugas meresume, misalnya nanti jika kita akan menyatukannya menjadi buku, maka naskah kita selesaikan, sesudah itu, lakukan proofreading sebagaimana sudah dijelaskan langkahnya.

P12 Yulis - Banyuwangi : Ijin bertanya pak.. Saya jujur sering terjadi hal ini, selalu ada kesalahan ketika saya tinjau ulang dan hal ini sering karena ketergesaan ketika apa yang ingin saya tuangkan biar tidak lewat begitu saja dan lupa, yang ingin saya tanyakan... Bagaimana kita bisa fokus dan konsisten menulis lugas dan jelas ketika kita dituntut untuk runtut menulis cerita, dan bagaimana kita menulis yg baik dan benar namun tidak ingin terbebani perasaan apakah tulisan itu salah atau tidak .

J12 Anda, penulis sejati. Seharusnya begitu. Tulis saja hingga rampung. Benar, biar tidak lewat begitu saja dan lupa. Ilmu menulis, diterapkan ketika menulis, misalnya satu paragraf satu ide pokok. Selebihnya, memainkan kosa kata menjadi kalimat yang enak dibaca (pinjam istilah Omjay). Sedangkan tata bahasa, aturan EYD, digunakan setelah tulisan selesai. Jadi, ya, jangan terbebani dengan perasaan. Apalagi rasa bersalah. Ah, emang salah sama siapa, he he he. Semoga menambah semangat.

P13 Candra - Jakarta : Apakah penulis-penulis dulu memakai proofreading dalam membuat tulisannya , bagaimana kita yg mempunyai keterbatasan dalam hal sarana prasarana  untuk  aplikasi yg pak Sus paparkan?

J13 Jangan dikira penulis-penulis dahulu tidak melakukan proofreading. Naskah proklamasi juga ada coretannya, tanda dilakukan uji baca atau yang disebut dengan proofreading.
Bagaimana kita yg mempuyai keterbatasan dalam hal sarana prasarana  untuk  aplikasi, secara manual saja, diprint (dicetak) lalu dibaca ulang, tandai dengan tinta berwarna, misalnya merah atau biru

Demikian resume ke-12 ini.

(  Rosjida Ambawani, dari kota kecil Ciamis, Resume Pertemuan ke-12 Kelas Belajar Menulis Nusantara - KBMN - Gelombang 28  malam temaram tanpa cahaya bulan, langkah terus berjalan membelah kelam, perjalanan ini harus tertunaikan ... )