Selasa, 06 Januari 2015

Aku Tlah Ditempa

Aku tlah ditempa tuk tegar diri
terhadap merah hitam episode kehidupan yang datang dan pergi
betapa berbagai luka menjajari langkah bentangkan perih
menikam, menghujam palung dalam

Aku tlah ditempa tuk sendiri
jalani rentang masa yang bebani hati
mengubur dalam binar mimpi
menata retak derak nurani

Aku tlah ditempa tuk sendiri
melukis rinai dengan derai pagi
menyiangi hati agar berdamai dengan elegi

(Damai, Jan 2015)





Kamis, 01 Mei 2014

Keabadian dalam Kehidupan ...

 KEABADIAN DALAM KEHIDUPAN ...

"Aku membayangkan jiwaku berada di surga. 
Menikmati keindahan, kedamaian 
dan kebahagiaan abadi di dalamnya
merasakan kelezatan aneka buah-buahan,
meminum segar dan jernih air sungainya,
ditemani para bidadari yang mempesona ...

Aku juga membayangkan jiwaku berada di neraka,
meminum airnya yang menggelegak panas,
merasakan belenggunya,
membayangkan besi panas menghunjam sampai ubun-ubun
siksaan yang tak berkesudahan ...

Lalu aku merenung dan berkata pada diriku sendiri ,
'Wahai diri, manakah yang engkau inginkan?'
Diriku berkata,'Aku ingin dikembalikan ke dunia
dan beramal shalih'.
Aku katakan,'Engkau memiliki harapan,
persiapkan dirimu pada masa keabadian
pilihan ada di hadapan ..."

( Renungan yang tiba-tiba hadir, 9 Okt 2012 )

Senin, 10 Februari 2014

HIDUP ADALAH ...


HIDUP ADALAH ...

"Hidup adalah anugrah, terimalah.

Hidup adalah tantangan, hadapilah.

Hidup adalah penderitaan, atasilah.

Hidup adalah pertandingan, menangkanlah.

Hidup adalah kewajiban, lakukanlah.

Hidup adalah adalah lagu, nyanyikanlah.


Hidup adalah janji, penuhilah.

Hidup adalah teka-teki, pecahkanlah.

Hidup adalah kesempatan, gunakanlah.

Hidup adalah keindahan, bersyukurlah.

Hidup adalah kesukaan, nikmatilah.

Hidup adalah janji, penuhilah.

Hidup adalah kasih, bagikanlah.... "

Sabtu, 17 Agustus 2013

KEINGINAN DALAM KEHIDUPAN ...

KEINGINAN DALAM KEHIDUPAN ...

Setiap orang punya keinginan dalam kehidupannya. 
Keinginan seorang manusia tidak akan ada habisnya 
dan cenderung tidak pernah puas, dan kadang berubah-ubah.
Masing-masing orang punya keinginan yang berbeda-beda.
Semua adalah warna-warni dalam kehidupan ini ...

“ Yang kurus pengen gemuk.
Yang gemuk maunya bisa kurus “

“ Yang berambut hitam mengagumi yang pirang
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam “

“ Waktu tenang mencari keramaian.
Waktu ramai mencari ketenangan"

" Diam di rumah merindukan bepergian.
Setelah bepergian merindukan rumah "

" Waktu lulus SMA pengen kuliah.
Setelah kuliah malas datang kuliah "

" Saat masih jomblo, pengen punya suami ganteng/istri cantik.
Begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik, pengen yang biasa2 saja, bikin cemburu aja/ takut selingkuh.. "

"Belum punya anak pingin punya banyak anak
Punya anak kerepotan dan mendamba gak punya anak "

" Ketika jomblo pingin cepet menikah punya pasangan
Ketika menikah merasa gak bahagia, pingin sendiri saja "

Dan masih banyak lagi ...

KESIMPULANNYA :

Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.
Namun setelah dimiliki tak indah lagi.

Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, namun mengabaikan apa yang sudah ada ?

“Syukurilah apa yang ada, igatlah banyak orang yang tidak berpunya ... !! "

Kamis, 25 April 2013

AKU TAHU ...

AKU TAHU ...

Aku tahu rizkiku 
tak mungkin diambil orang lain,
karenanya hatiku tenang ...

Aku tahu amal-amalku
tak mungkin dilakukan orang lain,
maka aku sibukkan diriku untuk
beramal kebajikan ...

Aku tahu Allah selalu melihatku,
karenanya aku malu bila Allah
mendapatiku melakukan dosa ...

Aku tahu kematian pasti menantiku ...
maka ku berusaha persiapkan bekal untuk
berjumpa dengan saat kepastian itu ...

(-Hasan Al Basri-)

PUTERIKU, GADISKU ...



PUTERIKU, GADISKU ...

Saat pertama kali putri kecil kami terlahir di dunia, dia menjadi simbol kebahagiaan bagi kami, orang tuanya. Bahagia yang tiada tara kami rasakan karenanya. Kami menjaganya siang dan malam, sampai kami melupakan keadaan diri sendiri. Kami sadar, memang seharusnyalah seperti itu kewajiban orang tua.

Kami besarkan dia dengan segenap jiwa dan raga. Kami didik dengan semaksimal ilmu yang kami punya. Dan kami jaga dia dengan penuh kehati-hatian.

Dan waktupun berlalu...

Dia kini telah menjadi sesosok gadis yang cantik. Betapa bangga kami memilikinya. Kami berpikir, betapa cepat waktu berlalu, dan terbersit dalam hati kami untuk tetap menahannnya disini. Bukan bermaksud meletakkan ego kami atas hidupnya, Namun sebagai orang tua, siapa yang dapat berpisah dari anaknya. Putri kesayangannnya.

Tapi,...

Hari ini, akhirnya datang juga. Saat dimana kami harus melihatnya terbalut dalam pakaian cantik, yaitu gaun pengantinnya. Gadis kecil kami telah tumbuh dewasa. Dan sesudah ijab kabul ini, kau lah kini yang menjadi penjaganya. Menggantikan kami. Mari ikatkan tanganmu kepadanya.

Waktu akhirnya memaksa kami berpisah dengannya. Walaupun kau adalah orang yang asing dan baru sebentar dikenalnya, sedangkan kami adalah orang tuanya yang telah mengorbankan semua yang kami punya untuknya. Namun, tak ada sama sekali kemarahan kami atas dirimu, menantuku. Namun ijinkan kami sedikit meluapkan kesedihan atas seorang putri kami yang harus jauh meninggalkan kami, karena harus mengikutimu. Kamipun tak akan protes kepadamu, karena mulai hari ini, dia harus mengutamakan kau diatas kami.

Tolong, jangan beratkan hatinya, karena sebenarnya pun hatinya telah berat untuk meninggalkan kami dan hanya mengabdi kepadamu. Seperti hal nya anak yang ingin berbakti kepada orang tua, pun demikian dengannya. Kami tidak keberatan apabila harus sendiri, tanpa ada gadis kecil kami dulu yang selalu menemani dan menolong kami dimasa tua.

Kami menikahkanmu dengan anak gadis kami dan memberikan kepadamu dengan cuma- cuma, kami hanya memohon untuk dia selalu kau jaga dan kau bahagiakan.

Jangan sakiti hatinya, karena hal itu berarti pula akan menyakiti kami. Dia kami besarkan dengan segenap jiwa raga, untuk menjadi penopang harapan kami dimasa depan, untuk mengangkat kehormatan dan derajat kami. Namun kini kami harus menitipkannya kepadamu. Kami tidaklah keberatan, karena berarti terjagalah kehormatan putri kami.

Jika kau tak berkenan atas kekurangannya, ingatkanlah dia dengan cara yang baik, mohon jangan sakiti dia, sekali lagi, jangan sakiti dia.

Suatu saat dia menangis karena merasa kasihan dengan kami yang mulai menua, namun harus sendiri berdua disini, tanpa ada kehadirannya lagi. Tahukah engkau wahai menantuku, bahwa kau pun memiliki orang tua, pun dengan istrimu ini. Disaat kau perintahkan dia untuk menemani orang tuamu disana, pernahkah kau berpikir betapa luasnya hati istrimu? Dia mengorbankan egonya sendiri untuk tetap berada disamping orang tuamu, menjaga dan merawat mereka, sedang kami tahu betapa sedih dia karena dengan itu berarti orang tuanya sendiri, harus sendiri. Sama sekali tiada keluh kesah darinya tentang semua itu, karena semua adalah untuk menepati kewajibannya kepada Allah.

Dia mementingkan dirimu dan hanya bisa mengirim doa kepada kami dari jauh. Jujur, sedih hati kami saat jauh darinya. Namun apalah daya kami, memang sudah masa seharusnya seperti itu, kau lebih berhak atasnya dari pada kami, orang tuanya sendiri.

Maka hargailah dia yang telah dengan rela mengabdi kepadamu. Maka hiburlah dia yang telah membuat keputusan yang sedemikian sulit. Maka sayangilah dia atas semua pengorbanannya yang hanya demi dirimu. Begitulah cantiknya putri kami, Semoga kau mengetahui betapa berharganya istrimu itu, jika kau menyadari.

( Renungan untuk para suami ... )

http://indahnyamutiaraqolbu.blogspot.com/2012/04/kuserahkan-putiku-padamu-renungan-untuk.html

KETAHUILAH ...

KETAHUILAH ...

Allah tidak menjanjikan bahwa 
langit itu selalu biru,
bunga itu selalu mekar
dan matahari selalu bersinar ...

Tapi ... ketahuilah bahwa
Allah selalu memberi pelangi setelah datang hujan
senyum di setiap airmata,
berkah di setiap cobaan,
dan jawaban di setiap doa ...

( 30.03.16)