MENGALAH BUKAN BERARTI KALAH ...
Setiap manusia tercipta dengan segenap keegoisannya. Ingin menang dan tak mau kalah. Ingin mengatur tapi tak mau diatur. Jika setiap insan menuruti keegoisannya masing-masing, kehidupan ini seketika akan hancur.
Kesamaan dan perbedaan pendapat tehadap sesuatu hal dapat membuat antar individu menjadi rukun atau "meledak ". Meledak dan membara tersebut merupakan luapan emosi yang memberikan dampak negatif, sehingga perlu ada yang mengalah ketika terjadi perbedaan pendapat. Namun, mengalah bukanlah hal yang mudah, karena biasanya manusia mengaitkan hal tersebut dengan harga dirinya.
Berhadapan dengan individu yang mudah "meledak", salah satu cara adalah berusaha untuk membuang rasa kesal, bersikap tenang dan jernih, lalu memberikan penjelasan dengan ringkas, tepat dan jelas. Sikap tenang tanpa emosi yang merupakan sikap "mengalah" harus dicoba dan dilakukan. Ini adalah sikap mulia dan menunjukkan pribadi yang dewasa, tidak mengumbar amarah dan mendapatkan kedamaian.
Pepatah Jawa mengatakan " wani ngalah luhur wekasane "
Barangsiapa berani mengalah, maka pada akhirnya ia akan mendapatkan kebahagiaan dan kemuliaan.
Falsafah ini begitu melekat dalam masyarakat Jawa, terutama generasi tua mereka. Mungkin karena ia hari-hari didendangkan sebagai tembang mijil di segala tempat; sawah, sungai, hutan-hutan, pendapa, serambi rumah, bahkan ketika mendorong si kecil yang sedang tumbuh dalam ayunan kayu di atas rerumputan hijau samping rumah. Dengarkan bait-bait tembang itu:
Dedalane guna lawan sekti
Kudu andhap asor
Wani ngalah luhur wekasane
Tumungkula yen dipun dukani
Bapang den simpangi
Ana catur mungkur
Kemuliaan diri itu bisa diraih jika memiliki kesalehan yang tinggi, mau mengalah untuk sesuatu yang lebih mulia, bersikap merunduk bagai padi, tidak suka dipuji, dan menjaga diri dari hal yang tidak berguna.
Mengalah bukan berarti kalah atau terkalahkan. Mengalah justru sebuah sikap yang penuh kedewasaan: melihat sesuatu jauh ke depan, melihat sesuatu bukan pada lahiriahnya saja. Mengalah adalah sikap seorang yang telah matang dalam mengarungi samudera kesulitan, kenyang akan asam-garam dan pahit-getir kehidupan. Ia seorang yang futuristik. Mengalah boleh jadi memang mundur selangkah, tetapi setelah itu maju menghentak dan melesat jauh ke depan.
( NapakTilas, Sebuah renungan, 25 Juni 2012 )
Selasa, 26 Juni 2012
Di Akhir Perjalananku ...
DI AKHIR PERJALANANKU ...
Di tapal batas
perjalanan panjangku
ku bertemu denganmu
gadis manis dengan senyum merekah
binar matamu melarutkan duka
sorot pandangmu menghanyutkan lara
kau jemput gelombang impianku
menghempaskanku pada teduh pantaimu
tentrami jiwaku ...
( 4 u , 25 Juni 2012 )
Hai, Wanita ...
HAI, WANITA ...
Ketika rangkaian warna-warni
sapuan kuas hiasi wajahmu
Ketika berbagai mode butik
membalut tubuh molekmu
Ketika berbagai merk parfum
harumi lekuk tubuhmu
Ketika beribu tayang iklan
dipenuhi pose sensualmu
Ingatlah hai, wanita
Engkau adalah sesosok kepribadian
dengan kelembutan hati
dan keteguhan prinsip keyakinan
Semua itu jangan jadikan
godaan dunia yang memperdayakan ...
( 26 Juni 2012 )
Ketika rangkaian warna-warni
sapuan kuas hiasi wajahmu
Ketika berbagai mode butik
membalut tubuh molekmu
Ketika berbagai merk parfum
harumi lekuk tubuhmu
Ketika beribu tayang iklan
dipenuhi pose sensualmu
Ingatlah hai, wanita
Engkau adalah sesosok kepribadian
dengan kelembutan hati
dan keteguhan prinsip keyakinan
Semua itu jangan jadikan
godaan dunia yang memperdayakan ...
( 26 Juni 2012 )
Kamis, 21 Juni 2012
Keinginan dalam Kehidupan ...
KEINGINAN DALAM KEHIDUPAN ...
Setiap orang punya keinginan dalam kehidupannya.
Keinginan seorang manusia tidak akan ada habisnya dan cenderung tidak pernah puas, dan kadang berubah-ubah.
Masing-masing orang punya keinginan yang berbeda-beda.
Semua adalah warna-warni dalam kehidupan ini ...
“ Yang kurus pengen gemuk.
Yang gemuk maunya bisa kurus “
“ Yang berambut hitam mengagumi yang pirang
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam “
“ Waktu tenang mencari keramaian.
Waktu ramai mencari ketenangan"
" Diam di rumah merindukan bepergian.
Setelah bepergian merindukan rumah "
" Waktu lulus SMA pengen kuliah.
Setelah kuliah malas datang kuliah "
" Saat masih jomblo, pengen punya suami ganteng/istri cantik.
Begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik, pengen yang biasa2 saja, bikin cemburu aja/ takut selingkuh.. "
"Belum punya anak pingin punya banyak anak
Punya anak kerepotan dan mendamba gak punya anak "
" Ketika jomblo pingin cepet menikah punya pasangan
Ketika menikah merasa gak bahagia, pingin sendiri saja "
Dan masih banyak lagi ...
KESIMPULANNYA :
Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.
Namun setelah dimiliki tak indah lagi.
Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, namun mengabaikan apa yang sudah ada ?
“Syukurilah apa yang ada, igatlah banyak orang yang tidak berpunya ... !! "
( Warna-Warni Kehidupan, 21 Juni 2012 )
Setiap orang punya keinginan dalam kehidupannya.
Keinginan seorang manusia tidak akan ada habisnya dan cenderung tidak pernah puas, dan kadang berubah-ubah.
Masing-masing orang punya keinginan yang berbeda-beda.
Semua adalah warna-warni dalam kehidupan ini ...
“ Yang kurus pengen gemuk.
Yang gemuk maunya bisa kurus “
“ Yang berambut hitam mengagumi yang pirang
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam “
“ Waktu tenang mencari keramaian.
Waktu ramai mencari ketenangan"
" Diam di rumah merindukan bepergian.
Setelah bepergian merindukan rumah "
" Waktu lulus SMA pengen kuliah.
Setelah kuliah malas datang kuliah "
" Saat masih jomblo, pengen punya suami ganteng/istri cantik.
Begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik, pengen yang biasa2 saja, bikin cemburu aja/ takut selingkuh.. "
"Belum punya anak pingin punya banyak anak
Punya anak kerepotan dan mendamba gak punya anak "
" Ketika jomblo pingin cepet menikah punya pasangan
Ketika menikah merasa gak bahagia, pingin sendiri saja "
Dan masih banyak lagi ...
KESIMPULANNYA :
Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.
Namun setelah dimiliki tak indah lagi.
Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, namun mengabaikan apa yang sudah ada ?
“Syukurilah apa yang ada, igatlah banyak orang yang tidak berpunya ... !! "
( Warna-Warni Kehidupan, 21 Juni 2012 )
Persahabatan dalam Kehidupan ...
PERSAHABATAN DALAM KEHIDUPAN ...
Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan.
Siapa yang berada di samping anda?
Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai? Siapa yang setia bersama anda pada saat anda mengalami kesedihan ?
Siapa yang bersedia menampung keluh kesah, menyemangati dan memotivasi saat anda terpuruk dalam kehidupan ?
Siapa yang bersedia meluangkan waktu, memperhatikan dan mengingatkan ?
Siapa yang diam-diam berdoa demi kebahagiaan anda ?
Selain pasangan atau keluarga, merekalah sahabat-sahabat anda.
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi yang ditempa agar menjadi sesustu yang indah. Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya. Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Jika anda telah mempunyai sahabat, hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda.
Sahabat dalam kehidupan adalah permata ... !
( 20 Juni 2012 )
Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan.
Siapa yang berada di samping anda?
Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai? Siapa yang setia bersama anda pada saat anda mengalami kesedihan ?
Siapa yang bersedia menampung keluh kesah, menyemangati dan memotivasi saat anda terpuruk dalam kehidupan ?
Siapa yang bersedia meluangkan waktu, memperhatikan dan mengingatkan ?
Siapa yang diam-diam berdoa demi kebahagiaan anda ?
Selain pasangan atau keluarga, merekalah sahabat-sahabat anda.
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi yang ditempa agar menjadi sesustu yang indah. Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya. Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Jika anda telah mempunyai sahabat, hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda.
Sahabat dalam kehidupan adalah permata ... !
( 20 Juni 2012 )
Aku Bertemu Denganmu ...
AKU
BERTEMU DENGANMU ...
Di kota ini
dalam satu episode perjalanan
ku temui
oase kehidupan
sejuk dan bening
mengairi sepi dan kehampaan
memberi tawa, canda ...
Hidup jadi simphoni berwarna
lantunkan nada indah penuh nuansa
dan masa indah menggores nyata
asamu, asaku, asa kita ...
( Malang kota tercinta, 20 Juni 2012 )
Senin, 18 Juni 2012
Perjalanan Kehidupan ...
PERJALANAN KEHIDUPAN
Hidup tak selalu menawarkan kebahagiaan
Terkadang datang kedukaan
Dalam kedukaan genggamlah kesabaran
Dalam kebahagiaan ingatlah syukur terpanjatkan
Kebahagiaan akan bertambah terasa
bersama keluarga, handai taulan dan sahabat
Kedukaan akan berkurang terasa
jika bersama keluarga, handai taulan dan sahabat
Selalu hargailah
kehadiran orang-orang yang ada
dan setia di sekeliling kita
dalam suka dan duka
mereka memberi makna
dan doa dari lubuk jiwa ...
( Doa, 18 Juni 2012 )
Hidup tak selalu menawarkan kebahagiaan
Terkadang datang kedukaan
Dalam kedukaan genggamlah kesabaran
Dalam kebahagiaan ingatlah syukur terpanjatkan
Kebahagiaan akan bertambah terasa
bersama keluarga, handai taulan dan sahabat
Kedukaan akan berkurang terasa
jika bersama keluarga, handai taulan dan sahabat
Selalu hargailah
kehadiran orang-orang yang ada
dan setia di sekeliling kita
dalam suka dan duka
mereka memberi makna
dan doa dari lubuk jiwa ...
( Doa, 18 Juni 2012 )
Langganan:
Postingan (Atom)






